Niclas Fuellkrug Melawan Nomor Terkutuk di AC Milan
- Striker baru AC Milan, Niclas Fuellkrug, akan membela Rossoneri dengan memakai "nomor terkutuk" untuk sisa musim ini.
Niclas Fuellkrug berlabuh ke kubu Rossoneri (Si Merah-Hitam) dengan status pinjaman dari kubu Premier League, West Ham United, sampai Juni 2026.
AC Milan mengantongi opsi mempermanenkan bomber jangkung tersebut pada akhir musim dengan biaya 5 juta euro.
Niclas Fuellkrug akan jadi tambahan amunisi berharga bagi Milan arahan Massimiliano Allegri yang tak punya stok penyerang tengah tulen.
Akan tetapi, Fuellkrug datang dengan catatan minor setelah ia gagal mencetak satu gol pun bagi West Ham United pada paruh pertama musim ini.
Lebih mengkhawatirkan juga, ia memilih nomor punggung 9 di AC Milan.
Angka tersebut bak nomor terkutuk di jersey Milan sejak tak lagi dipakai Filippo Inzaghi usai musim 2011-2012.
Sejarah Nomor Punggung 9 Milan Setelah Inzaghi
Penyerang AC Milan asal Polandia, Krzysztof Piatek, bereaksi di akhir pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce pada 20 Oktober 2019 di stadion San Siro di Milan.
Secara total, 12 pemain telah mengenakan nomor punggung sembilan usai Superpippo Inzaghi dan mayoritas dari mereka kecuali Olivier Giroud kesulitan.
Alexandre Pato sempat memakai nomor punggung sembilan di Milan selama enam bulan setelah ia meledak bersama Rossoneri dengan nomor punggung tujuh.
Namun, masa-masanya menggunakan nomor tersebut jauh dari sukses dengan dirinya menghabiskan lebih banyak waktu di ruang medis.
Seperti Pato, Alessandro Matri juga hanya memakai nomor punggung 9 Milan untuk enam bulan. Ia hanya mencetak satu gol dari 18 laga bagi Milan sebelum dilego Rossoneri ke Fiorentina pada Januari 2014.
Fernando Torres mungkin nama besar pertama yang gagal dengan nomor 9 Milan usai Inzaghi.
Tiba dari Chelsea dengan harapan tinggi, Torres akhirnya pergi lagi ke Atletico Madrid hanya enam bulan kemudian dengan catatan satu gol dari 10 laga.
Mattia Destro datang pada Januari 2015 menggantikan Torres tetapi ia hanya bertahan enam bulan setelah hanya mencetak tiga gol dari 15 penampilan.
Luiz Adriano kemudian memakai nomor sembilan pada 2015-2016 dan mencetak enam gol dari 29 penampilan, tidak buruk ketimbang para pendahulunya.
Gianluca Lapadula menyusul datang dari tim promosi Pescara untuk memakai nomor sembilan pada awal 2016-2017.
Ia berhasil mencetak delapan gol dari 29 penampilan tetapi dirinya hanya bertahan semusim sebelum dilepas ke Genoa.
Andre Silva berganti memakai nomor sembilan pada 2017-2018 di mana ia mencetak 10 gol dari 41 laga dengan delapan di antaranya datang di Liga Europa.
Dirinya menjadi penyerang Milan bernomor punggung sembilan pertama sejak Inzaghi yang mencetak dobel digit gol.
Gonzalo Higuain juga gagal
Gonzalo Higuain menjadi pemain berikut yang mengemban nomor 9 setelah kedatangannya dari Juventus pada awal 2018-2019.
Higuain datang dengan harapan tinggi tetapi dirinya meninggalkan Rossoneri pada Januari 2019 setelah mencetak 8 gol dari 22 laga.
Gonzalo Higuain mengungguli Thiago Cionek dalam menyundul bola pada laga AC Milan vs SPAL 2013 dalam lanjutan Liga Italiam 29 Desember 2018.
Seiring kepergian Higuain, datanglah Krzystof Piatek dari Genoa pada Januari 2019.
Ia memulai setengah musim pertamanya dengan beringas, mencetak 11 gol tetapi dengan nomor punggung 19.
Namun, performanya merosot saat mengubah nomor punggung jadi 9 pada musim panas.
Ia hanya mencetak 5 gol dari 20 penampilan dan Milan menjualnya ke Herthan Berlin pada Januari 2020.
Setelah Piatek ada Mario Mandzukic dan juga OIivier Giroud saat sang penyerang asal Perancis tiba pada 2021.
Giroud mungkin pemain paling sukses dengan nomor punggung sembilan di mana ia menemukan konsistensi brilian dengan mencetak 49 gol dari 132 laga sepanjang tiga musim.
Gol-golnya dan kerjasama dia dengan Rafael Leao praktis memberikan Milan gelar Liga Italia ke-19 mereka pada 2021-2022.