Cesc Fabregas Sebut Xabi Alonso Belum Mampu Hadapi Ego Bintang Real Madrid
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menyoroti tantangan yang dihadapi Xabi Alonso sebagai pelatih raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Real Madrid.
Meski berbekal pengalaman dan prestasi cemerlang bersama Bayer Leverkusen—memenangi Bundesliga 2023-2024 tanpa terkalahkan, DFB-Pokal, dan Piala Super Jerman—hasil terkini Real Madrid menimbulkan tanda tanya.
Sejak mengalahkan Barcelona di El Clasico pada 26 Oktober lalu, Real Madrid hanya mampu meraih enam kemenangan dari 12 pertandingan berikutnya, dengan tiga imbang dan tiga kalah.
Laporan media menyebut masa depan Alonso akan ditentukan dari penampilan Real Madrid di ajang Copa del Rey awal tahun depan.
Fabregas Soroti Masalah Ego Pemain
Cesc Fabregas menilai akar masalah Xabi Alonso bukan pada aspek taktik, melainkan ego para pemain bintang di ruang ganti Real Madrid.
"Semua pemain di sana sangat bagus. Semua pemain pantas bermain," kata Fabregas dalam dokumenter baru DAZN, dikutip dari Mundo Deportivo.
"Semua pemain berpikir mereka harus bermain. Semua pemain harus membuat perbedaan. Semua pemain berharga 50 juta euro."
"Semua pemain ingin bermain untuk tim nasional mereka. Itu wajar," tambah Cesc Fabregas.
Menurut Fabregas, Alonso masih belum sepenuhnya mampu mengelola ruang ganti yang penuh dengan pemain-pemain berkualitas tinggi.
Beberapa konflik dengan pemain bintang, termasuk perseteruan terbaru dengan Vinicius Junior, semakin memperumit situasinya.
Meski Vinicius sudah meminta maaf, hubungan keduanya belum menunjukkan perbaikan.
Tekanan Jelang Copa del Rey
Sejak bergabung dengan Real Madrid, Xabi Alonso dituntut untuk segera membuktikan diri.
Xabi Alonso memeluk Vinicius Junior setelah diganti dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla FC di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 20 Desember 2025. (Foto oleh Oscar DEL POZO / AFP)
Fabregas menekankan bahwa keberhasilan Alonso tidak hanya bergantung pada strategi di lapangan, tetapi juga kemampuan mengelola dinamika para pemain berstatus bintang.
“Alonso harus mampu menguasai ruang ganti,” tegas pelatih kelahiran Arenys de Mar pada 4 Mei 1987 itu.
“Masalahnya bukan soal taktik, melainkan bagaimana menghadapi ego para pemain.”
Dengan tekanan yang terus meningkat di Real Madrid, kemampuan Alonso dalam menangani konflik internal dan menjaga keharmonisan tim menjadi sorotan utama.
Cesc Fabregas menutup komentarnya dengan menegaskan bahwa Alonso masih memiliki peluang untuk sukses, asalkan mampu menghadapi tantangan yang ada.
"Semua pemain di sana memiliki kualitas tinggi, dan Alonso harus menemukan cara agar mereka bekerja sama," tutup Fabregas.
Tag: #cesc #fabregas #sebut #xabi #alonso #belum #mampu #hadapi #bintang #real #madrid