Legenda Samakan Situasi Vinicius dan Mbappe dengan Romario di Barcelona
- Situasi Real Madrid belakangan menjadi sorotan setelah performa Vinicius Junior menurun seiring kehadiran Kylian Mbappe.
Legenda Barcelona, Jose Mari Bakero, melihat kondisi yang menimpa kubu Real Madrid memiliki kemiripan dengan dinamika yang pernah dialami ruang ganti Barcelona pada awal 1990-an.
Berbicara di program El Larguero milik Cadena SER, Jose Mari Bakero membandingkan situasi Vinicius–Mbappe dengan periode ketika Romario bergabung dengan Barcelona pada 1993, yang kala itu sudah diperkuat Hristo Stoichkov.
Perubahan Peran di Real Madrid
Musim Vinicius disebut mengalami penurunan signifikan.
Ia finis sebagai runner-up Ballon d’Or pada 2024 berkat torehan 24 gol dan 11 assist dari 39 laga di semua kompetisi.
Dirinya juga berhasil mencetak gol di final Liga Champions kontra Dortmund yang memberikan Real Madrid gelar.
Namun, penyerang asal Brasil itu mandek dan hanya mencatatkan 13 gol dalam 12 bulan terakhir.
Situasi tersebut diperparah dengan belum adanya perpanjangan kontrak serta reaksi negatif dari publik Santiago Bernabeu kepada tingkah lakunya di dalam lapangan.
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol pada laga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan RCD Espanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada tanggal 20 September 2025.
Sebaliknya, Mbappe langsung mengambil peran sentral sebagai figur utama dan menjadi pemimpin di dalam tim.
Perubahan ini disebut menggeser keseimbangan internal, baik di ruang ganti maupun di mata suporter.
Kilas Balik Barcelona 1993
Bakero mengenang musim panas 1993 saat Romario datang ke Camp Nou.
Menurutnya, sebelum kedatangan penyerang Brasil tersebut, Barcelona memiliki struktur relatif stabil dengan Stoichkov, Ronald Koeman, dan Michael Laudrup sebagai pilar utama.
“Ketika Romario datang, masuk dua pemain dengan kepribadian sangat menonjol. Itu mengubah keseimbangan tim,” ujar pria yang tampil dalam dua Piala Dunia bersama Spanyol ini..
"Dalam kasus kami, Stoichkov dan Romario kehilangan ketajaman mereka. Masalahnya adalah mereka tak mengerti peran satu sama lain dan semua menjadi luar biasa rumit."
Dua Situasi yang Berjalan Paralel
Bakero menilai dinamika serupa kini terjadi di Real Madrid.
Pria yang memperkuat Barcelona dari 1988 hingga 1996 ini menyebut ketidaksinkronan peran dapat berdampak langsung pada performa individu.
Menurut Bakero, situasi seperti ini menuntut kejelasan peran agar keseimbangan tim tetap terjaga. Jika tidak, gesekan di ruang ganti berpotensi memengaruhi performa kolektif klub.
Tag: #legenda #samakan #situasi #vinicius #mbappe #dengan #romario #barcelona