Evaluasi Total Arema FC Setelah Puasa Kemenangan 4 Laga Beruntun
Arema FC vs Madura United (Antara)
07:18
24 Desember 2025

Evaluasi Total Arema FC Setelah Puasa Kemenangan 4 Laga Beruntun

Baca 10 detik
  • Arema FC bermain imbang melawan Madura United akibat kelemahan dalam mengantisipasi tendangan sudut lawan.

  • Pelatih Andre Caldas fokus memperbaiki pertahanan demi target tiga poin penuh melawan Persita.

  • Iksan Lestaluhu mencetak dua gol penyelamat sekaligus memutus tren negatif dalam pertandingan kandang.

Klub kebanggaan warga Malang yakni Arema FC terpaksa berbagi poin saat menjamu Madura United kemarin.

Pertandingan sengit di Stadion Kanjuruhan tersebut berakhir dengan skor sama kuat bagi kedua kesebelasan daerah tersebut.

Hasil ini memicu tim kepelatihan Singo Edan untuk segera membedah performa para penggawa di lapangan hijau.

Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas menekankan pentingnya perbaikan kualitas permainan anak asuhnya dalam waktu dekat.

Andre menyampaikan analisis mendalam terkait kekurangan tim dalam sesi jumpa pers setelah laga berakhir di Malang.

Satu poin krusial yang menjadi catatan merah staf pelatih adalah rapuhnya lini pertahanan saat situasi tertentu.

Andre Caldas menyoroti ketidakmampuan pemain dalam membendung skema bola mati yang dilakukan oleh tim lawan tersebut.

Strategi tendangan sudut Madura United terbukti menjadi momok yang merobek jala gawang skuad berjuluk Singo Edan.

"Mereka (Madura United) mencetak gol melalui tendangan sudut, itu harus kami benahi," kata Andre.

Pihak manajemen teknis berambisi meningkatkan efektivitas koordinasi pemain belakang dalam memutus alur serangan udara tim lawan.

Jika kelemahan pada sektor pertahanan ini bisa teratasi maka rasa optimistis menatap laga berikutnya akan tumbuh.

Andre Caldas meyakini timnya mampu mengamankan poin penuh saat bersua dengan Persita Tangerang pada jadwal mendatang.

Meskipun gagal menang namun asisten pelatih tersebut tetap memberikan apresiasi pada progres permainan Arkhan Fikri dkk.

Para pemain dianggap sudah menunjukkan etos kerja tinggi terutama saat kehilangan penguasaan bola di area tengah.

Transisi dari menyerang ke bertahan terlihat lebih stabil berkat peran vital dua gelandang pengangkut air tim.

Duet maut antara Matheus Blade dan Jayus Hariono sukses menjadi pilar penyeimbang permainan tim kebanggaan Malang.

Kehadiran mereka memberikan ruang bagi Arkhan Fikri untuk mengeksplorasi kreativitas serangan di wilayah pertahanan lawan yang rapat.

Skema ini membuahkan hasil manis ketika Iksan Lestaluhu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37.

Drama terjadi saat Arema FC sempat tertinggal dengan skor 2-1 dari sang tamu yang tampil sangat agresif.

Ketenangan pemain dalam mengendalikan lini tengah menjadi kunci kebangkitan tim untuk menciptakan berbagai peluang berbahaya di depan gawang.

Dominasi penguasaan bola yang konsisten akhirnya membuahkan hasil lewat gol penyama kedudukan yang sangat dinanti oleh suporter.

"Kami terus berusaha dan akhirnya Iksan bisa kembali mencetak gol," ucap dia.

Iksan Lestaluhu selaku aktor utama dalam laga ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil akhir yang kurang maksimal tersebut.

Ia merasa kemenangan sebenarnya sangat mungkin diraih jika melihat performa tim yang mendominasi jalannya pertandingan sejak awal.

Fakta bahwa Arema FC belum merasakan kemenangan dalam empat laga terakhir menjadi beban moral tersendiri bagi pemain.

Seluruh punggawa tim sebenarnya memiliki tekad kuat untuk mengamankan poin sempurna di hadapan publik pendukung setia mereka.

"Semua pemain sudah bekerja keras, kami tentu tidak mau draw di pertandingan kandang," kata Iksan.

Pemain muda berbakat ini tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya meski tim hanya sanggup memetik satu poin saja.

Keberhasilan mencetak dua gol sekaligus dalam satu laga menjadi pencapaian individu yang sangat emosional bagi sang pemain.

"Gol ini saya persembahkan untuk orang tua saya," tuturnya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #evaluasi #total #arema #setelah #puasa #kemenangan #laga #beruntun

KOMENTAR