Sepak Bola Atraktif Como, Konsep Bos Indonesia, dan Filosofi Fabregas
Para pemain Como 1907 merayakan gol dalam pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia pada 19 Oktober 2025.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
18:51
5 November 2025

Sepak Bola Atraktif Como, Konsep Bos Indonesia, dan Filosofi Fabregas

- Como 1907 yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara, menantang papan atas. Penampilan atraktif Como tentu tak bisa lepas dari Fabregas.

Como 1907 tengah dalam tren positif. Klub milik Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono ini tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir Liga Italia 2025-2026.

Akhir pekan lalu, Como 1907 racikan Cesc Fabregas mampu menahan sang juara bertahan, Napoli 0-0, kala bermain tandang.

Como yang kini dipimpin Presiden asal Indonesia, Mirwan Suwarso, bahkan bisa membawa pulang hasil lebih baik andai sepakan penalti sang penyerang, Alvaro Morata, tak dimentahkan oleh Vanja Milinkovic-Savic.

Saat ini, Como bertengger di posisi tujuh klasemen Liga Italia dengan bekal 17 angka. Anak asuh Fabregas cuma terpaut empat poin dari empat besar, yang berhadiah tiket kelolosan ke Liga Champions 2026-2027.

Como 1907 memukau dengan konsep sepak bola yang jelas. Mereka tak membawa mental provinciale, tim asal provinsi yang kerap menebalkan tembok pertahanan kala bersua lawan raksasa.

Pasukan Fabregas senantiasa tampil penuh keberanian, entah mereka bertemu juara bertahan Napoli atau Verona.

Potret bagaimana anak asuh Fabregas begitu setia dengan filosofi sepak bola mereka tampak dalam pertandingan pekan kesembilan melawan Verona. Como memenangi laga tersebut dengan skor 3-1.

Ketika itu, Como kemasukan oleh gol pemain Verona, Suat Serdar. Gol itu bermula dari kombinasi yang tak sempurna antara kiper Como, Jean Butez dengan Maxence Caqueret.

“Kemenangan sebagai sebuah tim, dengan keberanian yang luar biasa. Saya sangat senang, para pemain ini benar-benar membuat saya bahagia," tutur Cesc Fabregas usai laga kala itu, dilansir dari Tuttomercatoweb.

"Saya terharu ketika terjadi kesalahan yang berasal dari saya sendiri, karena saya memang meminta mereka bermain seperti itu dan tim tetap melanjutkan permainan," ujar Fabregas yang memang mendaulat Como untuk mengonstruksi serangan dari bawah.

"Kami memulai pertandingan dengan sangat kuat, lalu mereka mulai menekan dan menekan lebih banyak."

"Ini kemenangan yang mencerminkan identitas kami, jauh lebih dari sekadar skor 4-0. Kami menguasai 72% penguasaan bola, di Serie A itu tidak mudah," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.AFP/ALBERTO PIZZOLI Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.

Como Berani Ambil Risiko

Como selalu mau ambil risiko. Tanpa keberanian itu, Fabregas yakin timnya tidak akan berada di posisi seperti sekarang.

Melansir FBREF, penjaga gawang dari tim beralias Il Lariani terhitung telah melepas 344 operan, terbanyak kedua di Serie A. Jumlah itu cuma kalah banyak dari kiper Bologna (418).

Statistik ini menandakan kesetiaan sekaligus keberanian Como dalam menerjemahkan instruksi taktik Fabregas.

Como memang didesain Fabregas untuk menjadi tim yang tampil agresif dengan keberanian untuk sabar membangun serangan dari belakang.

Mereka juga terhitung jago mengalirkan bola. Persentase penguasaan bola Il Lariani (58,5 persen) cuma kalah dari Napoli (58,7), Roma (59,5), dan Inter (60,7).

Selebrasi Nico Paz usai mencetak gol dalam laga Liga Italia 2025-2026 Como vs Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (19/10/2025).AFP/PIERO CRUCIATTI Selebrasi Nico Paz usai mencetak gol dalam laga Liga Italia 2025-2026 Como vs Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (19/10/2025).

Permainan Rapat ala Fabregas

Permainan rapat dari kaki ke kaki tergambar dari jumlah operan pendek Como yang mencapai 2.075 alias hanya kalah banyak dari Napoli (2.217).

Hubungan dengan Fabregas sangat baik, dan setiap keputusan terkait sisi teknis dibuat bersama-sama dengan saya dan seluruh tim manajemen teknis," tutur Direktur Olahraga Como, Carlalberto Ludi, dikutip dari Tuttomercatoweb.

Akhir pekan seperti jadi kesempatan Como untuk bersenang-senang di lapangan dengan sepak bola atraktif yang mereka tampilkan.

"Kami bersenang-senang, mengerahkan energi, semangat, dan intensitas, dan itulah yang dilakukan para pemain di lapangan," tutur Ludi.

Keinginan Pemilik

Fabregas pun sukses menerjemahkan keinginan pemilik klub untuk menyuguhkan sepak bola indah.

"Pemilik ingin bermain sepak bola yang menghibur karena kami tahu dengan begitulah hasil pertandingan lebih mudah diraih."

"Di saat yang sama, kami perlu tetap seimbang ketika hasil di lapangan tidak positif. Pada hari Sabtu, kami menunjukkan kepribadian dan keberanian," kata Ludi usai hasil 0-0 di markas Napoli.

"Klub yang tenang seperti Como memungkinkan kami untuk mengelola momen-momen bahagia dan positif serta momen-momen sulit dan negatif dengan lebih baik," tuturnya menjelaskan.

Tag:  #sepak #bola #atraktif #como #konsep #indonesia #filosofi #fabregas

KOMENTAR