Cerita dari PON XXI Aceh-Sumut 2024: Bukan Hanya soal Medali, tapi Momennya Bikin Terkesan
SALING MEMOTIVASI: Lifter Jatim Eko Yuli (kiri) dan Angga Romansah berhasil menyumbangkan medali buat daerahnya. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
14:30
23 September 2024

Cerita dari PON XXI Aceh-Sumut 2024: Bukan Hanya soal Medali, tapi Momennya Bikin Terkesan

PON XXI Aceh-Sumut 2024 membawa berbagai kisah tak terlupakan bagi para atlet. Angga Romansah, lifter asal Jawa Timur, meraih medali pertamanya berbarengan dengan sang kakak dan istri. Pebasket Erlita dan Erlina bersaudara juga sama-sama meraih medali meski tampil di nomor berbeda.

Lalu, ada pula debut atlet IKN serta cerita surfer Hanasuri Jabrik yang masih memiliki hubungan saudara dengan artis Luna Maya.

Tidak banyak atlet yang tahu bahwa Eko Yuli ternyata memiliki seorang saudara yang juga berkecimpung di angkat besi. Maklum, Eko saat ini sudah berusia 35 tahun. Sedangkan Angga Romansah, sang adik, juga sudah berumur 31 tahun. Sementara mayoritas lifter di Indonesia saat ini baru menginjak usia kepala dua.

Di hadapan publik, nama Eko juga lebih dikenal. Dia sudah lima kali ikut Olimpiade. Itu jadi yang terbanyak di antara seluruh atlet Indonesia yang pernah tampil. Berbagai medali kejuaraan nasional, Asia, hingga dunia juga mampu diraih sosok berpostur 157 cm itu.

Namun, PON XXI Aceh-Sumut 2024 agaknya muncul menjadi momen spesial tersendiri. Sebab, Eko dan Angga untuk kali pertama sama-sama mampu meraih medali di PON yang sama. Eko meraih emas di kelas 67 kg pada Kamis (5/9). Satu hari sebelumnya, Angga juga menyabet perunggu kelas 55 kg di GOR Seuramoe Angkat Besi, Banda Aceh.

Beberapa jam setelah Angga meraih perunggu, sang istri, Lisa Setiawati, juga meraih prestasi yang sama di kelas 45 kg. Angga, yang sebenarnya baru lolos PON untuk kali pertama, tidak dapat menahan rasa haru. Setelah dua kali kesempatan sebelumnya selalu terhenti di babak Pra-PON, kini dia justru mampu meraih medali.

Momen meraih medali itu makin spesial karena berbarengan dengan orang-orang terdekat, sang istri dan kakak. ’’Itu salah satu impian, target dan keinginan saya, meraih medali bersama,” ungkap Angga kepada Jawa Pos. ’’Yang spesial bukan karena perayaan medalinya, tapi karena momennya di PON yang memang nggak semua orang bisa. Sama-sama dapat medali, satu keluarga, kakak-adik, beserta istri,” lanjut sosok yang berasal dari Metro, Lampung, itu.

Angga sebenarnya mengikuti PON XXI Aceh-Sumut 2024 tidak dengan beban muluk-muluk. Dia bergabung ke tim Jatim sepaket dengan Lisa, sang istri. Sebelumnya, keduanya masih terdaftar sebagai atlet Kalimantan Timur.

Lisa Setiawati, istri Angga Romansah berhasil menyumbangkan medali buat daerahnya. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

Lisa menjalani PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan kondisi cedera lutut. Perjuangan itu membuat Angga terkagum-kagum. ’’Karena dia (Lisa, Red) nggak diprioritaskan buat dapat medali. Tapi namanya kami berjuang, bersaing, kalau Tuhan sudah berkata rezeki, ya dapat,” ucap Angga.

Nah, momen Angga meraih medali PON bersama Eko dan Lisa bisa jadi tak akan terulang kembali. Angga mungkin masih bisa tampil di PON XXII 2028. Tapi, ketika itu Lisa sudah menginjak usia 39 tahun. ’’Dengan kondisi lutut istri begitu saya juga nggak mungkin maksain,” ujar Angga.

Erlita-Erlina Berpisah Pasca-PON

FULL SENYUM: Erlina Christiana (kiri) dan Erlita Christiana menggeluti olahraga yangg sama, namun beda kategori. (DOKUMEN PRIBADI)

Sementara itu, kisah sepasang saudara meraih medali juga terjadi di basket. Di situ ada atlet kembar asal Blitar, Erlita Christiana dan Erlina Christiana. Meski satu cabor, mereka tidak bermain satu tim. Erlita, sang adik, mendapat perak bersama tim basket 5x5 Jatim. Sementara Erlina juga mendapat perak bersama tim 3x3 Jatim.

Momen itu bisa jadi satu-satunya kesempatan bagi mereka. Sebab, cabor basket di PON dibatasi usia. ’’Kami pernah main bareng di Liga Mahasiswa, DBL, JRBL, SMP, dan SMA juga bareng terus. PON ini bisa jadi pertama dan terakhir,” kata Erlita kepada Jawa Pos.

Tapi, selepas dari PON XXI, Erlita mengaku akan ’’berpisah’’ tempat tinggal dengan Erlina. Sebab, Tata –julukan Erlita– akan bergabung dengan tim Surabaya Fever. (ka/c17/dra)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #cerita #dari #aceh #sumut #2024 #bukan #hanya #soal #medali #tapi #momennya #bikin #terkesan

KOMENTAR