Kenapa Sahur Tidak Boleh Dilewatkan? Ini 4 Dampaknya bagi Tubuh saat Puasa Ramadhan
Sahur menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain bernilai ibadah, sahur juga berperan besar dalam menjaga kondisi fisik agar tetap bugar sepanjang hari.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Karena itu, sahur berfungsi sebagai “bekal” energi dan cairan sebelum memulai aktivitas. Tanpa sahur, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.
Anjuran untuk sahur juga ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad SAW:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Nabi ﷺ bersabda, ‘Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.’” (HR Bukhari No. 1789)
Meski demikian, masih banyak orang yang melewatkan sahur karena malas bangun, kesiangan, atau tidak nafsu makan.
Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Dilansir dari Halodoc, berikut empat dampak yang bisa terjadi jika sahur dilewatkan:
1. Dehidrasi Lebih Cepat Terjadi
Tidak minum saat sahur membuat tubuh lebih cepat kekurangan cairan. Kondisi ini dapat memicu sakit kepala, pusing, tubuh terasa lemas, hingga sulit berkonsentrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.
Sahur sebaiknya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan cairan, seperti minum air putih yang cukup serta mengonsumsi buah-buahan tinggi kandungan air. Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.
2. Tubuh Gampang Lelah
Tanpa asupan makanan saat sahur, tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup. Akibatnya, kadar gula darah bisa turun lebih cepat dan memicu rasa lelah di siang hari.
Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, membuat tubuh terasa lesu, serta sulit fokus saat bekerja atau belajar.
3. Perubahan Suasana Hati
Penurunan kadar gula darah akibat tidak sahur juga bisa memengaruhi suasana hati. Seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau kurang sabar.
Perubahan mood yang tiba-tiba tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam lingkungan kerja atau keluarga.
4. Lebih Rentan Sakit
Melewatkan sahur berarti tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi penting sebelum berpuasa. Jika dilakukan terus-menerus, daya tahan tubuh bisa menurun.
Akibatnya, risiko terserang flu, gangguan lambung, atau masalah kesehatan lainnya menjadi lebih tinggi. Terlebih jika pola makan saat berbuka juga tidak seimbang.
Karena itu, sahur sebaiknya tidak diabaikan. Pastikan menu sahur mengandung gizi seimbang, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, serat, hingga cairan yang cukup. Dengan begitu, tubuh tetap kuat dan ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan optimal. (*)
Tag: #kenapa #sahur #tidak #boleh #dilewatkan #dampaknya #bagi #tubuh #saat #puasa #ramadhan