Bitcoin Anjlok 6 Persen Imbas Ketegangan Israel-Iran
Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)
16:36
28 Februari 2026

Bitcoin Anjlok 6 Persen Imbas Ketegangan Israel-Iran

- Harga Bitcoin mengalami tekanan tajam pada akhir pekan ini, setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran yang memicu aksi jual di pasar aset berisiko.

Pantauan kami lewat CoinMarketCap pada Sabtu (28/2/2026) sore ini, harga Bitcoin sempat anjlok dari 65.000 dollar AS ke kisaran 63.000 dollar AS (nilai tukar sekitar Rp 1 miliar per koin), menyusul laporan serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran.

Harga Bitcoin terseret turun lebih dari 6 persen dalam waktu singkat, sebelum kemudian mencoba stabil di level di atas 63.000 dollar AS.

Penurunan ini terjadi dalam volatilitas tinggi seiring investor mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif dalam suasana “risk-off” atau penghindaran risiko, dilansir dari Yahoo Finance.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Lagi, Efek Kebijakan Tarif Trump

Negosiasi geopolitik yang cepat berubah dan kekhawatiran atas eskalasi konflik telah membuat pelaku pasar cepat beralih dari aset digital yang berisiko ke instrumen yang dipandang lebih aman.

Reaksi pasar ini mencerminkan sensitivitas Bitcoin terhadap ketidakpastian global, terutama ketika konflik berskala besar di Timur Tengah mencuat dan meningkatkan kecemasan investor.

Hal serupa pernah terlihat pada konflik sebelumnya, di mana harga Bitcoin sempat turun sebelum kembali pulih dalam beberapa hari kemudian.

Dilansir KompasTekno dari Forbes, berbeda dengan kripto, aset seperti obligasi pemerintah, emas, dan dolar AS justru mencatat penguatan harga.

Harga Bitcoin turun pada Sabtu (28/2/2026) di tengah ketegangan geopolitik Israel-Iran.CoinMarketCap. Harga Bitcoin turun pada Sabtu (28/2/2026) di tengah ketegangan geopolitik Israel-Iran.

Analis pasar menilai bahwa reaksi tajam harga Bitcoin mencerminkan persepsi investor yang masih memandang kripto sebagai aset berisiko (risk asset), bukan sebagai safe haven, khususnya di fase awal krisis geopolitik besar.

Penurunan mendadak ini juga diperburuk oleh tekanan likuidasi di pasar derivatif, di mana posisi long besar-besaran terpaksa ditutup saat harga bergerak turun.

Serangan militer Israel ke Iran menciptakan shock mendadak di pasar keuangan global. Situasi ini memperdalam kekhawatiran akan konflik yang lebih luas, memicu investor institusional dan ritel mengambil langkah defensif.

Pasar masih rentan

Bitcoin Anjlok 6 Persen Imbas Ketegangan Israel-IranBaca juga: Harga Bitcoin Hari ini Makin Ambles, Anjlok ke 62.303 Dollar AS

Sejumlah pengamat pasar percaya bahwa jika konflik mengarah pada eskalasi lebih besar lagi, tekanan jual di pasar kripto dapat berlanjut.

Namun, jika situasi mereda melalui jalur diplomatik, peluang rebound jangka pendek tetap ada karena sebagian investor melihat penurunan harga sebagai entry point.

Catatan redaksi: KompasTekno mengimbau bahwa tulisan ini murni sebagai pemberitaan terkini terkait industri kripto, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab pembaca.

Tag:  #bitcoin #anjlok #persen #imbas #ketegangan #israel #iran

KOMENTAR