Teheran Diserang, Iran Siap Serang Balik Israel
- Republik Islam Iran siap menyerang balik Israel yang melakukan serang lebih dulu ke Teheran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Dalam keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, serangan balik ini adalah hak yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat," tulis Kedubes Iran di Jakarta, dalam rilisnya, Sabtu.
Iran juga menyebut, serangan Israel yang dimotori Amerika Serikat tersebut ditujukan pada lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran.
Baca juga: Iran Balas Serangan Israel-AS, Timur Tengah Bergolak
Disebutkan, serangan Israel dan AS terhadap Iran telah melanggar Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Iran.
Atas dasar itu, Iran juga meminta Dewan Keamanan PBB bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan AS dan Israel.
"Republik Islam Iran meminta Ketua dan para Anggota Dewan Keamanan untuk segera mengambil langkah dalam hal ini," tulis Kedubes Iran.
Iran juga meminta dukungan kepada Indonesia untuk mengecam tindakan Israel dan AS tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi, lalu menutup wilayah udara dan menyatakan keadaan darurat.
Dikutip dari The Guardian, penutupan wilayah udara dilakukan Israel untuk berjaga-jaga apabila Iran membalas dengan mengerahkan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel mengatakan, gempuran ini adalah serangan pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negara.
Baca juga: Israel Tolak Bayar Iuran Board of Peace, Kemenlu RI: Jangan Sampai Ganggu Mandat BoP
Menurut laporan Associated Press, serangan tampaknya terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Belum diketahui apakah Khamenei (86) berada di kantornya saat serangan berlangsung.
Ia tidak terlihat di depan umum selama beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Amerika Serikat (AS) disebut turut andil dalam serangan Israel ke Iran ini.