Kasus Campak Meningkat Pesat, Menkes Budi Minta Anak Segera Divaksin
– Tren kasus campak dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, baik secara global maupun di Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya vaksinasi, terutama bagi anak-anak di bawah lima tahun, agar tidak terjadi kematian yang sebenarnya bisa dicegah.
Peningkatan kasus ini terjadi di tengah laporan dua kasus campak terkonfirmasi di Australia pada Februari 2026.
Baca juga: Mengapa Anak Harus Mendapatkan Vaksin Campak? Ini Penjelasan Kemenkes
Kedua kasus tersebut melibatkan anak perempuan yang tidak divaksinasi dan bepergian dari Jakarta ke Sydney, serta dinyatakan positif melalui pemeriksaan PCR.
Di dalam negeri, tren suspek campak juga menunjukkan lonjakan signifikan di sejumlah wilayah.
Lonjakan kasus dan KLB di berbagai daerah
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Minggu ke-7 tahun 2026 tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian dengan CFR 0,05 persen.
Pada periode yang sama, terjadi 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku terkejut dengan kenaikan angka kasus yang terjadi hampir di seluruh dunia.
“Campak sudah ada vaksinnya. Saya terkejut karena seluruh dunia lagi naik. Indonesia naik, Bima juga naik,” jelas Budi dalam kunjungan kerja ke RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).
Di Kota Bima sendiri, lonjakan kasus dinilai cukup signifikan dan sudah ada 2 anak yang dinyatakan meninggal dunia.
“Sudah ada 2 yang meninggal anak-anak di Bima. Data setahun lalu angkanya 40-an. Sekarang sebulan aja udah 40-an, bahkan Februari juga 50-an kasus,” ungkapnya.
Angka tersebut menunjukkan percepatan penularan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Vaksin MR (Campak Rubella) Tak Menyebabkan Autisme, Ini Kata IDAI
Risiko tinggi pada anak-anak
Budi menegaskan, campak merupakan penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Namun, rendahnya cakupan vaksinasi membuat risiko penularan tetap tinggi, terutama pada anak-anak.
“Saya mengimbau jangan ada lagi anak-anak kita yang harus meninggal gara-gara campak. Sebab, penyakit ini sudah ada vaksinnya,” katanya.
Ia menambahkan, dampak campak pada anak jauh lebih serius dibandingkan pada orang dewasa.
“Campak itu kalau kena yang dewasa nggak terlalu masalah. Tapi kalau kena anak-anak risiko meninggalnya tinggi, lebih tinggi dari COVID,” ujarnya.
Menurut Budi, tingginya risiko kematian pada anak menjadi alasan utama pemerintah mempercepat program imunisasi.
“Untuk anak-anak, penyebab pematiannya tinggi. Padahal seharusnya tidak usah ada yang tertular dan sampai wafat karena campak,” tuturnya.
Campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular. Jika satu kasus muncul di suatu wilayah, penularannya dapat terjadi dengan cepat, terutama pada anak yang belum mendapatkan vaksin.
Target vaksinasi selesai Juni 2026
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan telah mengambil keputusan untuk mendistribusikan vaksin secara besar-besaran ke sejumlah daerah.
“Saya sudah ngambil keputusan 100 kabupaten & kota, kita akan drop vaksin banyak. Cuma untuk bisa nyuntiknya, butuh bantuan teman-teman dari Puskesmas, dari RSUD, Bupati, Wali Kota untuk mendorong,” ujar Budi.
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam memastikan vaksin benar-benar diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Semua ibu-ibu yang punya anak di bawah lima tahun, harus segera divaksinasi campak. Kalau enggak, pasti tertular. Kalau sekali di kota udah ada, itu pasti merambatnya cepat sekali,” tegasnya.
Kemenkes menargetkan cakupan vaksinasi campak dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Target vaksinasi campak, saya maunya Juni selesai ke semua anak-anak di bawah 5 tahun, seperti polio kemarin juga sudah bisa kita tangani,” katanya.
Dengan peningkatan distribusi vaksin dan dorongan percepatan imunisasi, pemerintah berharap lonjakan kasus dapat segera ditekan.
Ia mengingatkan, kematian akibat campak seharusnya bisa dicegah sepenuhnya jika cakupan vaksinasi merata dan masyarakat aktif membawa anaknya untuk imunisasi.
Baca juga: Kasus Campak Terdeteksi Usai Perjalanan dari Indonesia, Pasien Sempat ke Bandung
Tag: #kasus #campak #meningkat #pesat #menkes #budi #minta #anak #segera #divaksin