MTN Seni Budaya Gelar 5 Pertunjukan Seni Interdisiplin, Kemenbud: Investasi SDM Indonesia Emas 2045
Ilustrasi pertunjukan seni . (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
16:32
12 Februari 2026

MTN Seni Budaya Gelar 5 Pertunjukan Seni Interdisiplin, Kemenbud: Investasi SDM Indonesia Emas 2045

- Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya menghadirkan lima pertunjukan seni interdisiplin dalam gelaran MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Jakarta, Rabu, (11/2) malam.

Gelaran itu sekaligus merayakan capaian MTN dalam menggapai puluhan ribu talenta dalam satu tahun.

Kementerian Kebudayaan menegaskan, pembinaan talenta seni budaya melalui MTN Seni Budaya ini merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Ajang ini menjadi penanda capaian pembinaan talenta seni budaya yang selama ini dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan.

MTN Wave merangkum proses, hasil, sekaligus arah pengembangan ekosistem seni budaya yang terus tumbuh, bergerak dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial.

“MTN Seni Budaya dirancang sebagai alur perjalanan talenta, bukan program satu kali. Terdapat berbagai kegiatan dari mulai pembibitan hingga rekognisi internasional untuk membantu talenta mendapatkan akses lebih luas,” ujarnya, Rabu (11/2) malam.

Lewat MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan bukan hanya sebagai ekspresi, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan, MTN Seni Budaya dirancang untuk menjaring, mengembangkan, serta mempromosikan talenta dari berbagai bidang seni.

Program ini terbuka bagi talenta dari tahap bibit, potensial, hingga unggul, dengan jalur pembinaan yang memungkinkan mereka berkembang dari level lokal hingga menembus panggung internasional.

Program ini merupakan prioritas nasional yang diampu Kementerian PPN/Bappenas dengan fokus pada riset dan inovasi, olahraga, serta seni budaya.

Di sektor kebudayaan, pelaksanaannya berada di bawah Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

Sejak dijalankan, MTN Seni Budaya telah menjangkau puluhan ribu talenta dan bekerja sama dengan ratusan mitra seperti sanggar, komunitas, festival, hingga market seni.

Sejumlah talenta Indonesia juga telah tampil dan mendapat pengakuan di berbagai forum internasional. Capaian inilah yang kemudian dirangkum dalam format pertunjukan kreatif MTN Wave.

Tampil dalam Kemasan Sajian Seni Modern 

MTN Wave dikemas sebagai sajian seni modern yang menghadirkan lima bidang seni budaya: seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra.

Di bawah arahan Direktur Kreatif Rangga Djoened, kelima bidang tersebut ditampilkan sebagai lima gelombang yang saling terhubung dan menggambarkan pertumbuhan talenta seni budaya Indonesia.

Selain pertunjukan utama, pengunjung juga disuguhi instalasi karya Sigit D. Pratama yang menjadi pengantar visual tentang perjalanan dan capaian MTN Seni Budaya selama satu tahun terakhir.

Pertunjukan utama bertajuk “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban” menjadi simbol perjalanan talenta, dari potensi awal yang sederhana hingga mampu memberi kontribusi nyata bagi peradaban dan kebudayaan bangsa.

Pada bidang seni rupa, tajuk Rupa Mantra menampilkan karya Arifa Safura, Arsya Ardiansyah, Ben Suryo, F. Boy Sinaga, Juan Arminandi, Kezia Rantung, Riyan Kelana, dan Taufiqurrahman Kifu.

Bidang film menghadirkan pertunjukan Di Antara Tubuh, Ingatan, dan Kehilangan yang melibatkan Lola Amaria serta karya Khozy Rizal, Felix K. Nesi, Rein Maychaelson, dan Yosef Levi.

Seni pertunjukan menampilkan karya Tumbuh di Atas Jerami dengan penampil Aditya Warman, Daniel S. Pambudi, Dendi Wardiman, Densiel Lebang, Uni Tati (Hartati), Davit Fitrik, Fazri Arif Sahputra, Maria Bernadeta, Menthari Ashia, Taufik Adam, dan Try Anggara.

Bidang sastra mengusung tajuk Siklus Suara yang diisi oleh Bongso Temmar, Lala Bohang, Reda Gaudiamo, Tara Febriani, dan Theoresia Rumthe.

Penulis sekaligus talenta unggul Dewi Dee Lestari turut memberikan dukungan terhadap MTN Seni Budaya.

Sebagai penutup, bidang musik menghadirkan Simfoni Khatulistiwa dengan karya Basboi, Djangat Indonesia, Giring Fitrah, Gondrong Gunarto, Kunto Aji, Parasirama, dan Tsai.

Seluruh rangkaian pertunjukan dipandu oleh Lukman Sardi sebagai narator dan Siko Setyanto yang merangkai tiap gelombang menjadi satu narasi utuh.

Melalui MTN Wave, MTN Seni Budaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjalanan talenta seni budaya Indonesia, dari titik kecil hingga menjadi gelombang besar yang memberi makna bagi masa depan kebudayaan bangsa.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #seni #budaya #gelar #pertunjukan #seni #interdisiplin #kemenbud #investasi #indonesia #emas #2045

KOMENTAR