Suksesnya Jet Tempur F-16 Mendarat di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung
- Langit Lampung dan sekitarnya pada Rabu (11/2/2026) siang, dihiasi oleh sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU).
Tak jarang pesawat Super Tucano dan jet tempur F-16 lalu lalang di langit sekitaran jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung.
Rupanya, TNI AU akan melakukan uji coba pendaratan di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.
Dalam pantauan Kompas.com yang dilihat dari tayangan Youtube Kompas TV, terlihat pesawat Super Tucano yang pertama kali melakukan uji coba pendaratan di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.
Baca juga: KSAU Harap Setiap Provinsi Memiliki Alternatif Jalan untuk Jadi Landasan Jet Tempur
Sebelum mendarat sempurna, pesawat Super Tucano sebanyak dua kali melakukan persiapan pendaratan di jalan tersebut.
Barulah pada kesempatan ketiga, pesawat Super Tucano mendarat sempurna di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung yang disambut riuh tepuk tangan dari perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI AU, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan pihak terkait lainnya.
Hal serupa juga dilakukan oleh pilot pesawat tempur F-16, di mana dia melakukan dua kali percobaan mendarat di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.
Barulah pada kesempatan ketiga, pesawat tempur F-16 itu mendarat sempurna di jalan tol garapan PT Hutama Karya (Persero) itu.
Baca juga: Menko Polkam Minta TNI dan Polri Pulihkan Keamanan Usai Penembakan Pesawat di Papua
Pesawat Super Tucano dan F-16 melakukan uji coba pendaratan di Jalan Tol Terbanggi Besar?Pematang Panggang?Kayu Agung, Lampung, pada Rabu (11/2/2026).
Suksesnya Uji Coba Pendaratan
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan, uji coba tersebut merupakan tonggak yang bagus dalam hal sistem pertahanan Indonesia.
"Semuanya dilaporkan dalam kondisi aman. Jadi intinya apa yang kita rencanakan berhasil dengan aman dan lancar," ujar Donny di lokasi.
Indonesia, jelas Donny, memiliki sistem pertahanan semesta di mana urusan pertahanan bukan hanya merupakan ranah TNI saja.
"Sistem pertahanan kita itu adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta. Artinya pertahanan itu bukan urusan TNI saja, tidak, tapi seluruh elemen masyarakat itu terlibat aktif di dalam pertahanan negara kita," ujar Donny.
Baca juga: Harga Jet F-15EX dari AS Kemahalan, RI Belum Anggarkan Dana
Hal tersebut sesuai dengan Pasal 27 dan 30 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, di mana uji coba pendaratan tersebut merupakan salah satu perwujudannya.
"Ini salah satu perwujudan dari pelaksanaan undang-undang tersebut. Di sini kita melihat bagaimana kita kerja sama antara Kementerian Pertahanan, Kementerian PU, kemudian TNI Angkatan Udara, dan juga yang merawat jalan tol ini mengoperasionalkan dari Hutama Karya," ujar Donny.
Pesawat Super Tucano dan F-16 melakukan uji coba pendaratan di Jalan Tol Terbanggi Besar?Pematang Panggang?Kayu Agung, Lampung, pada Rabu (11/2/2026).
Bakal Bangun Jalan Tol untuk Landasan Pesawat Tempur
Dalam kesempatan itu, Donny mengungkap rencana Kemenhan untuk membangun jalan tol yang dapat berfungsi sebagai landasan pesawat tempur.
"Ke depannya, ini nanti kita akan melanjutkan, tidak hanya di sini. Di beberapa tempat di Indonesia, kita akan bangun jalan tol yang juga dapat difungsikan sebagai runaway," ujar Donny.
Kemenhan, ungkap Donny, sudah memiliki peta jalan atau roadmap di seluruh Indonesia terkait pembangunan jalan tol multifungsi tersebut.
"Kita sudah punya roadmap di seluruh Indonesia akan dibangun jalan tol ataupun mungkin jalan nasional yang memenuhi persyaratan, untuk bisa kita suatu saat kita fungsionalkan untuk runway," ujar Donny.
Baca juga: Menyoal Aktivasi Jalan Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
Donny menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
"Sehingga kita menghendaki tiap pulau tersebut kita punya pangkalan-pangkalan yang cukup banyak. Sehingga kalau satu pangkalan diserang, kita masih punya alternatif yang cukup banyak," ujar Donny.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan (tengah) usai uji coba pendaratan pesawat Super Tucano dan jet F-16 di Jalan Tol Terbanggi Besar?Pematang Panggang?Kayu Agung, Lampung, pada Rabu (11/2/2026).
Dorong Ada di Setiap Provinsi
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono berharap setiap provinsi di Indonesia memiliki satu tempat alternatif yang dapat difungsikan menjadi landasan pacu pesawat tempur.
"Harapannya nanti ada, setiap provinsi ada satu tempat yang bisa sebagai alternate landasan," ujar Tonny.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang dapat menjadi alternatif landasan pacu jet tempur adalah jalan yang memiliki panjang 3.000 meter.
Selain itu, terdapat aspek keamanan yang juga harus dipenuhi untuk menjadikan ruas jalan sebagai alternatif landasan pesawat tempur.
"Safety yang terpenting. Kemudian pengembangan ke depan nanti seperti apa? kita masih akan pikirkan, apakah kita akan membuat perlengkapan penerbangan dan sebagainya. Tentunya itu masih memerlukan kajian yang mendalam," ujar Tonny.
Baca juga: Kementerian PU Siap Berkoordinasi soal Jalan Tol Bisa Jadi Landasan Pesawat
Pesawat Super Tucano dan F-16 melakukan uji coba pendaratan di Jalan Tol Terbanggi Besar?Pematang Panggang?Kayu Agung, Lampung, pada Rabu (11/2/2026).
Dalam uji coba tersebut, TNI AU berhasil mendaratkan pesawat Super Tucano dan jet F-16 di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.
Menurutnya, uji coba tersebut menunjukkan bahwa jalan tol dapat digunakan sebagai alternatif landasan pesawat tempur yang bersifat sementara dan situasional.
"Artinya tidak digunakan secara terus-menerus, kemudian apabila dibutuhkan baru kita gunakan, dan tentunya aspek lain adalah tidak mengubah jalan tol itu sendiri," ujar Tonny.
Tag: #suksesnya #tempur #mendarat #terbanggi #besarkayu #agung