Dengar Keluhan Pengawas SPPG, Waka BGN Minta Mitra Wajib Siapkan Ruang Istirahat dan Fasilitas Baru
Waka BGN Nanik S Deyang bersama salah satu pengawas SPPG. (Istimewa)
11:48
12 Februari 2026

Dengar Keluhan Pengawas SPPG, Waka BGN Minta Mitra Wajib Siapkan Ruang Istirahat dan Fasilitas Baru

– Tangis seorang gadis berjilbab hitam mendadak pecah di tengah forum resmi. Tubuh mungil itu bergetar ketika Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memeluknya erat, berusaha menenangkan.
“Sudah-sudah, jangan menangis. Kamu harus kuat, kamu harus tetap semangat,” ucap Nanik, sembari mengelus punggungnya.

Gadis itu bernama Nia Hastuti, Pengawas Keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek Pogalan, Dusun Duwet, Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Di hadapan pimpinan BGN, Nia seolah menumpahkan semua keluh kesah yang selama ini ia pendam.

Peristiwa mengharukan itu terjadi dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, dan Jurutama Masak se-Kabupaten Pacitan, Trenggalek, dan Ponorogo, yang digelar di Sun Hotel, Madiun, akhir pekan lalu.

Saat sesi tanya jawab dibuka, Nia memberanikan diri menyampaikan persoalan serius yang mereka hadapi di dapur SPPG. Dengan suara bergetar, ia mengeluhkan tidak adanya ruang istirahat bagi Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan terutama Pengawas Gizi.

“Kami kasihan sekali dengan Pengawas Gizi kami. Setiap hari terpaksa tidur di lantai, di bawah meja kantor, tanpa kasur. Padahal hampir setiap malam tidak tidur karena harus mengawasi proses masak,” ujar Nia sambil menangis.

Menurut Nia, persoalan tersebut sudah berkali-kali disampaikan kepada pihak Mitra (Yayasan) pengelola dapur SPPG. Namun, permintaan penyediaan ruang istirahat, perbaikan AC, hingga penggantian peralatan dapur rusak, tak pernah ditindaklanjuti.

“Alasannya selalu sama, katanya tidak ada dana,” ucap Nia, terisak.

Keluhan soal minimnya fasilitas tidak hanya datang dari Trenggalek. Beberapa Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan dari daerah lain turut menyampaikan pengalaman serupa. Ada yang memang disediakan tempat kos, namun jaraknya jauh dari dapur SPPG.

Dewi Nur, Pengawas Gizi Kota Madiun, bahkan mengaku mengalami kecelakaan saat pulang dari tempat tugas pada dini hari. “Saat pulang Jumat lalu, saya kecelakaan,” ujarnya sambil menangis.

Mendengar rangkaian pengaduan tersebut, Nanik Sudaryati Deyang langsung bereaksi tegas. Ia memerintahkan Mahda Pradewa, Koordinator Regional SPPG Jawa Timur, untuk mencatat seluruh Mitra SPPG yang tidak menyediakan ruang istirahat layak dan masih menggunakan peralatan dapur bekas.

“Catat semua. Mitra yang tidak mau menyiapkan ruang istirahat akan kita suspend,” tegas Nanik.

Ia bahkan meminta pesan tegas itu disampaikan langsung kepada pemilik Mitra. “Bilang sama pemilik, ya, Ibu Waka sudah marah benar malam ini. Saya tutup atau segera bikin kamar!” ujarnya lantang.

Sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Program MBG, Nanik menegaskan bahwa penyediaan ruang istirahat bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kewajiban Mitra.

Menurutnya, Mitra juga wajib menyediakan peralatan dapur yang layak dan segera menggantinya jika rusak.
“Mitra sudah menerima sekitar Rp6 juta per hari. Jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Peristiwa malam itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh menu dan distribusi, tetapi juga oleh perlindungan dan kesejahteraan para petugas yang bekerja di balik dapur.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #dengar #keluhan #pengawas #sppg #waka #minta #mitra #wajib #siapkan #ruang #istirahat #fasilitas #baru

KOMENTAR