Enam Calon Petugas Haji Dicopot akibat Masalah Kesehatan
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak menyaksikan yel para calon petugas haji 2026 yang tengah dilatih semi militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam.(KOMPAS.com/Phytag Kurniati)
10:58
29 Januari 2026

Enam Calon Petugas Haji Dicopot akibat Masalah Kesehatan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, ada enam orang calon petugas haji 2026 yang dicopot karena faktor kesehatan.

Dahnil menyebutkan, pencopotan tersebut dilandasi hasil pemeriskaan kesehatan atau medical check up (MCU) serta rekomendasi dokter mengenai kelayakan para calon petugas haji untuk berangkat ke tanah suci.

"Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut, kemudian dicopot. Setidaknya ada enam. Kurang lebih ada enam orang yang dicopot," ucap Dahnil di Asrama Haji Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Diklat Petugas Haji Ajang Seleksi Ketat, Peserta Tak Disiplin Langsung Dikeluarkan

Dahnil melanjutkan, selain faktor kesehatan, masalah kedisiplinan juga menjadi tolok ukur mengenai lolos atau tidaknya calon petugas haji.

Ia mencontohkan, ada calon petugas yang tingkat kehadirannya dalam kegiatan diklat tidak mencapai 50 persen.

Dahnil juga menyebutkan bahwa ada calon petugas haji yang merasa harus diistimewakan, padahal seluruh calon petugas haji diperlakukan sama, apapun latar belakang pekerjaan mereka.

"Ada profesor, ada pejabat yang juga ikut, ada orang seperti kita-kita, semua jenis profesi ada di sini dan ketika bergabung di diklat menjadi petugas haji ya semuanya sudah sama, diperlakukan sama," tutur dia.

Baca juga: Kemenhaj: Diklat Bagian dari Seleksi, yang Ikut Tak Serta Merta Diangkat Petugas Haji

Menurut Dahnil, keputusan mengeluarkan calon petugas haji juga dilandasi oleh penilaian tim instruktur yang khawatir sikap sejumlah calon petugas dapat mengganggu kekompakan.

"Karena masalah-masalah yang dianggap oleh tim instruktur itu mengganggu kekompakan misalnya, mengganggu proses pelatihan, atau istilahnya itu tidak ada yang boleh diistimewakan," kata Dahnil.

Oleh sebab itu, Dahnil menegaskan tidak semua calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang ikut pendidikan dan pelatihan (diklat) dipastikan lulus.

"Jadi tidak semua peserta diklat itu pasti lulus. Pasti ada yang harus berhenti di jalan atau dikeluarkan," ucap dia.

Tag:  #enam #calon #petugas #haji #dicopot #akibat #masalah #kesehatan

KOMENTAR