Dari 128 Kg ke 93 Kg, Cerita Diet Topik Sudirman yang Berawal dari Ejekan
Perjalanan diet Topik Sudirman (33) mulanya berangkat dari niat untuk hidup lebih sehat.
Namun, saat ia mulai membiasakan olahraga berlari, musisi sekaligus kreator konten asal Solo ini justru menghadapi berbagai ejekan.
Topik masih mengingat komentar yang kerap muncul saat ia mengunggah aktivitas larinya di media sosial.
Pace yang lambat dan tubuh yang dianggap “tidak pantas” berlari menjadi sasaran cibiran.
"Sempat kepikiran tapi lama-lama saya sadar, kalau saya berhenti karena omongan orang, saya enggak akan ke mana-mana,” kata Topik saat ditemui Kompas.com di Surakarta, Rabu (28/1/2026).
Topik pernah berada di titik berat badan 128 kilogram, sebelum akhirnya perlahan menurunkannya hingga 93 kilogram melalui proses panjang yang realistis dan berkelanjutan.
Baca juga: Cerita Diet Niswa Fahira, Turun 36 Kg dalam 8 Bulan dengan Jalan Kaki
Tidak mengejar hasil instan
Topik menegaskan, sejak awal ia tidak pernah menargetkan penurunan berat badan secara ekstrem.
Fokus utamanya adalah membangun kebiasaan bergerak dan berdamai dengan kondisi tubuhnya saat itu.
Ia mulai berlari pada April 2025, meski harus menerima kenyataan bahwa tubuhnya belum siap untuk kecepatan atau jarak tertentu.
Bagi Topik, bisa konsisten bergerak saja sudah menjadi kemenangan kecil.
Menurutnya, pola pikir inilah yang sering luput dalam narasi diet di media sosial.
Banyak orang terjebak pada hasil cepat, tanpa mempersiapkan mental dan fisik untuk proses panjang yang sebenarnya lebih menentukan.
Baca juga: Cerita Diet Nindy, Berhasil Turun BB 39 Kg dengan Defisit Kalori dan Olahraga
Diet defisit kalori dan olahraga yang realistis
Dalam perjalanannya, Topik memilih pendekatan diet yang realistis dan berkelanjutan.
Ia menerapkan prinsip defisit kalori dengan mengatur porsi makan, tanpa menghilangkan makanan secara ekstrem.
Selain itu, ia memperhatikan aspek keamanan saat berolahraga.
Pemilihan sepatu dengan bantalan yang sesuai menjadi penting untuk menopang berat badan dan mengurangi risiko cedera.
Topik juga memantau detak jantung selama berlari agar tetap berada di batas aman.
Untuk mendukung penurunan berat badan, ia mengombinasikan lari dengan latihan kekuatan atau strength training minimal dua kali seminggu.
Menurutnya, latihan beban membantu menjaga massa otot dan membuat tubuh lebih siap menerima aktivitas kardio.
Turun 35 kg sebagai bonus
Hasilnya tidak datang dalam semalam. Berat badan Topik turun perlahan, hingga akhirnya mencapai 93 kilogram. Meski demikian, ia menyebut angka tersebut bukan tujuan utama.
“Turun 35 kilogram itu bonus. Yang lebih penting, saya bisa konsisten dan lebih mengenal tubuh saya sendiri,” ujarnya.
Perubahan terbesar justru terjadi pada cara pandangnya terhadap diri sendiri.
Dari yang semula merasa tidak pantas berolahraga di ruang publik, kini Topik lebih percaya diri dan berani tampil apa adanya.
Baca juga: Cerita Diet Nindy, Lingkar Pinggang Menyusut 36 Cm Lewat Defisit Kalori
Berawal dari hujatan saat mulai berlari, Topik Sudirman membangun gerakan Gendut Berlari yang inklusi. Ini ceritanya.
Dari perjalanan pribadi ke gerakan sosial
Pengalaman diet dan berlarinya kemudian melahirkan Gendut Berlari, sebuah gerakan inklusif yang ia inisiasi pada Agustus 2025.
Lewat gerakan ini, Topik ingin menunjukkan bahwa olahraga dan pola hidup sehat bukan hak eksklusif tubuh ideal.
Ia juga kerap mengingatkan publik agar berhenti mengejek orang bertubuh besar yang sedang berolahraga.
Menurutnya, keputusan untuk mulai diet dan berlari membutuhkan persiapan fisik dan mental yang tidak mudah.
“Kalau melihat orang gendut berlari, itu artinya dia sedang berjuang. Jangan diejek, karena keberanian untuk mulai saja sudah luar biasa,” kata Topik.
Bagi Topik Sudirman, perjalanan dari 128 kilogram ke 93 kilogram bukan sekadar cerita diet.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah tentang proses menerima diri, melawan stigma, dan membuktikan bahwa perubahan selalu mungkin dimulai, meski dari langkah paling pelan.
Tag: #dari #cerita #diet #topik #sudirman #yang #berawal #dari #ejekan