DPR Tegaskan Stabilitas OJK dan BEI di Tengah Dinamika Pasar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).()
17:12
1 Februari 2026

DPR Tegaskan Stabilitas OJK dan BEI di Tengah Dinamika Pasar

Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Haekal menegaskan, prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator independen serta memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menjadi pasar yang kredibel, berkualitas, dan dipercaya investor.

Penegasan tersebut disampaikan Haekal menyikapi dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk pengunduran diri sejumlah pimpinan OJK dan pejabat eksekutif BEI.

Ini menyusul terbitnya laporan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

Baca juga: DPR Sebut Transisi Kepemimpinan OJK Tak Ganggu Pasar Moda

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara atau trading halt pada Kamis (29/1/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga menyentuh ambang batas penurunan harian sebesar 8 persen. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara atau trading halt pada Kamis (29/1/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga menyentuh ambang batas penurunan harian sebesar 8 persen.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan stabilitas kelembagaan OJK sebagai regulator dan menjaga Bursa sebagai pasar yang sehat, transparan, dan berkualitas. Ini krusial untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Haekal dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Ia menekankan, stabilitas kelembagaan menjadi fondasi penting dalam menjaga persepsi pasar di tengah dinamika yang berkembang.

Menurutnya, OJK sebagai regulator independen harus tetap menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan secara konsisten, sementara BEI sebagai penyelenggara perdagangan efek perlu menjaga integritas dan kualitas pasar.

Haekal juga menegaskan, tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi BUMN, maupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI.

Baca juga: Profil Friderica Widyasari Dewi, Plt Ketua OJK Pengganti Mahendra Siregar

“Seluruh posisi yang kosong akan diisi melalui mekanisme yang berlaku oleh figur-figur profesional, independen, dan memiliki kompetensi tinggi di bidang pasar keuangan,” ungkap dia.

Menurut Haekal, keberlanjutan dan kualitas pasar modal tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, tetapi juga oleh kredibilitas sumber daya manusia, kepastian regulasi, serta konsistensi pengawasan.

“Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif untuk memastikan OJK tetap independen dan kuat sebagai regulator, serta BEI terus berperan sebagai pasar yang efisien, berintegritas, dan berdaya saing global,” kata Haekal.

Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, regulator, pelaku pasar, hingga masyarakat, untuk tidak terjebak pada spekulasi yang dapat memperkeruh persepsi dan mengganggu stabilitas pasar.

Baca juga: Purbaya Pede IHSG Senin Menguat, Usai Bos BEI-OJK Ramai-ramai Mundur

“Kita perlu menenangkan pasar, bukan memperkeruh keadaan. Fokus kita adalah memperkuat fondasi pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Tag:  #tegaskan #stabilitas #tengah #dinamika #pasar

KOMENTAR