Targetkan Bali Jadi “Kandang” Gajah PSI, Ahmad Ali Minta Kader Perkuat Budaya Lokal
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meminta kader PSI di Bali menjadikan Pulau Dewata sebagai “kandang” gajah dan simbol kekuatan partai dengan cara memperkuat dan merawat budaya lokal yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ahmad Ali dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali yang digelar di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Sabtu (25/1/2026). Pada kesempatan itu, Ahmad Ali menegaskan bahwa kehadiran PSI di Bali tidak boleh mengubah jati diri budaya setempat.
“Bali dikenal dunia bukan karena sumber daya alamnya, melainkan karena budayanya. Karena itu, kehadiran PSI di Bali harus (mampu) memperkuat budaya lokal, bukan mengubahnya,” ujar Ahmad Ali di hadapan ratusan kader PSI Bali, Sabtu.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa Bali selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi yang sulit bagi partai politik untuk merebut kursi perwakilan di parlemen. Namun, Ahmad Ali menilai tantangan tersebut justru harus dijawab dengan pendekatan kultural yang tepat.
Menurut dia, PSI tidak memiliki keinginan menjadikan Bali sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam melalui eksploitasi. Sebaliknya, PSI ingin memastikan nilai-nilai budaya Bali tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan.
“Jangan pernah berpikir kehadiran PSI di Bali itu untuk mengubah. Justru budaya Bali yang harus dijaga karena itulah yang membuat Bali dikenal kuat, bahkan di tingkat internasional,” kata Ahmad Ali.
Ia juga mengingatkan kader PSI agar tidak merasa paling mengetahui adat istiadat Bali. Ahmad Ali menekankan pentingnya sikap rendah hati dan kemauan untuk belajar dari para pemuka adat dan tokoh agama Hindu.
“Ketika Saudara lelah menjalankan tugas, jangan pernah merasa paling tahu tentang adat istiadat. Bertanyalah kepada para tokoh masyarakat, jadikan mereka guru tempat bertanya. Ketika (seseorang) merasa paling tahu, di situlah kesombongan muncul dan komunikasi jadi rusak,” ujarnya.
Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali yang digelar di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Sabtu (25/1/2026), Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali ingin memastikan nilai-nilai budaya Bali tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan.
Ahmad Ali menilai, kesalahpahaman terhadap adat istiadat berpotensi memicu persoalan sosial, termasuk menjadi sasaran perundungan di media sosial. Karena itu, kader PSI di Bali diminta menjaga sikap dan merawat kebudayaan agar diterima sebagai bagian dari masyarakat.
Selain soal budaya, Ahmad Ali juga menekankan pentingnya integritas kader partai berlogo gajah itu. Ia mengingatkan agar kader PSI menjadi pribadi yang baik, suka menolong, dan dermawan dalam keseharian, bukan hanya bersikap ramah menjelang pemilu.
“Jangan jadi manusia jadi-jadian. PSI harus hadir untuk memberi manfaat terbesar bagi masyarakat, bukan hanya datang meminta suara saat pemilihan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Bali yang menjunjung tinggi adat dan nilai kekeluargaan seharusnya menjadi pedoman utama bagi PSI dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam Rakorwil tersebut, Ahmad Ali juga mengingatkan lagi filosofi lambang gajah sebagai simbol kekuatan, kesetiaan, dan kerja kolektif. Menurut dia, kader muda PSI harus setia pada barisan dan kepemimpinan partai di bawah Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
“Gajah itu kuat karena berkelompok. Dia setia pada barisan dan pada pemimpinnya. Loyalitas ini bukan pada individu semata, tetapi pada cita-cita dan perjuangan partai,” kata Ahmad Ali.
Selain menyinggung soal loyalitas dan kepemimpinan partai, pada kesempatan itu, dia juga meluruskan berbagai tafsir yang berkembang terkait pernyataannya di program siniar atau podcast.
Dalam podcast tersebut, Ahmad Ali menekankan bahwa substansi podcast tersebut adalah penguatan kerja sama, kesinambungan kepemimpinan, dan fokus pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan membuka ruang spekulasi atau konflik politik.
Menurut dia, judul pemberitaan yang beredar berpotensi menimbulkan asumsi berbeda dari isi pembahasan sebenarnya, karena tidak mencerminkan keseluruhan konteks percakapan yang ia sampaikan.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali.
Ahmad Ali menekankan, dalam podcast tersebut, dirinya justru menegaskan bahwa Gibran merupakan Wakil Presiden dengan potensi dan kapasitas yang sangat kuat.
“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja. Itu kualitas yang nyata,” ucapnya.
Logo yang bermula dari Bali
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga kembali menceritakan sejarah lahirnya logo gajah PSI yang ternyata bermula dari Bali.
“Tidak banyak yang tahu, logo gajah PSI lahir di Bali, tepatnya di Tabanan, sekitar tiga minggu sebelum kongres. Sebelum kongres, PSI belum memiliki logo,” ujar Kaesang.
Ia mengatakan, proses penentuan logo gajah bukan hal yang mudah. Namun, akhirnya gajah dipilih karena memiliki makna yang sejalan dengan nilai perjuangan PSI.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali yang digelar di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Sabtu (25/1/2026).
Menurut Kaesang, gajah melambangkan kekuatan PSI sebagai garda terdepan bangsa, kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945, konsistensi dalam memperjuangkan kebenaran, serta solidaritas nasional.
“Gajah juga simbol kemakmuran, ilmu pengetahuan, dan kebijaksanaan. Seluruh perjuangan politik PSI bermuara pada kesejahteraan rakyat,” kata Kaesang.
Meski menargetkan posisi keempat pada Pemilu 2029, Kaesang menegaskan bahwa target utama PSI di Bali adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Verifikasi 100 persen
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Ali mengapresiasi konsolidasi PSI Bali yang dinilai berjalan baik. Ia menyebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Bali berhasil menuntaskan kesiapan verifikasi partai hingga 100 persen.
“Bali menjadi provinsi ketiga yang menyelesaikan verifikasi 100 persen setelah Kalimantan Barat dan DKI Jakarta,” ujar Ahmad Ali.
Ia menilai bahwa Rakorwil menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan PSI menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut dia, verifikasi bukan sekadar syarat administratif agar bisa ikut pemilu, melainkan juga membawa harapan masyarakat agar PSI bisa hadir di parlemen pada Pemilu 2029.
“Paling tidak, kami menargetkan PSI bisa masuk partai papan tengah, di urutan keempat parlemen 2029. Cita-cita menyejahterakan rakyat dan menghadirkan demokrasi yang sehat hanya bisa diwujudkan jika PSI ada di parlemen,” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali mengenang bahwa ia pernah dua kali gagal mengantarkan partai politik lolos parlemen dari Bali. Namun, ia optimistis pada Pemilu 2029 PSI Bali mampu mempersembahkan minimal satu kursi DPR RI.
“Semangat saja tidak cukup. Konsolidasi dan belajar itu penting. Saya percaya, kader PSI Bali bisa,” ujarnya.
Tag: #targetkan #bali #jadi #kandang #gajah #ahmad #minta #kader #perkuat #budaya #lokal