Klarifikasi Anwar Usman Disebut Jadi Hakim MK yang Paling Sering Bolos Sidang: Sakit sejak Tahun Lalu
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman akhirnya angkat bicara terkait laporan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyebutnya sebagai Hakim Konstitusi paling sering absen dalam persidangan.
Berdasarkan tabel rekapitulasi kehadiran hakim yang diungkap MKMK, Anwar Usman menjadi hakim konstitusi yang paling banyak tidak hadir dalam sidang pleno dan panel.
Tercatat, Anwar Usman tidak hadir sebanyak 81 kali dari 589 sidang pleno, serta tidak hadir 32 kali dari total 160 sidang panel sepanjang tahun 2025.
Sementara dalam rapat permusyawaratan hakim atau RPH, Anwar Usman tidak hadir sebanyak 32 kali dan hadir 100 kali, dengan persentase kehadiran 71 persen atau yang terendah di antara seluruh sembilan hakim konstitusi.
Tidak terima
Anwar menyatakan keberatan atas hasil laporan yang diungkap MKMK.
Ia mengaku langsung mempertanyakan mengapa laporan ketidakhadirannya itu dibuka ke publik dengan menelepon Kepala Sekretariat.
Kata Anwar, sebelum diumumkan ke publik, Kepala Sekretariat sudah bertanya ke Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna soal perlu atau tidaknya laporan ketidakhadirannya dibuka.
"Pada waktu konferensi pers itu Mas Fajar (Kepala Sekretariat) sudah menanyakan, menyampaikan ke Pak Palguna selaku Ketua MKMK. 'Bagaimana Pak? Karena ini enggak ada data mengenai ketidakhadiran kenapa', 'ya sudah di-publish saja sesuai itu'," kata Anwar menirukan ucapan Fajar dan Palguna, Rabu (21/1/2026).
Anwar juga mengaku langsung menelepon Ketua MK Suhartoyo untuk memberikan klarifikasi soal ketidakhadirannya dalam sejumlah sidang.
"Kebetulan Pak Hartoyo junior saya, saya panggil dia adik, 'ini Dik harus diluruskan'. Dia bilang 'Ya sudah Abang saja yang langsung menyampaikan'," ucap dia.
Oleh sebab itu, Anwar sempat memberikan pernyataan mengenai laporan tersebut sebelum ia meninggalkan Jakarta menuju Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah.
"Saya memang sudah memberikan statement kepada satu atau dua orang, ya enggak seramai ini, alhamdulillah saya bisa mengklarifikasi," tutur Usman.
Awal mula jatuh sakit
Rekap kehadiran hakim MK 2025
Selain karena ibadah umrah, ada alasan lain yang membuat Anwar kerap absen sidang.
Anwar bercerita, kondisi kesehatan memburuk jatuh sakit dan harus menjalani diopname pada Januari 2025.
Ketika itu, ia pernah berpikir telah meninggal dunia saat tiba-tiba jatuh di rumah dan ditemukan tergeletak oleh sang istri.
"Saya pikir sudah hilang (meninggal) sudah saya. Dari pagi sampai siang, kebetulan nyonya (istri), tahunya saya ada di kamar, tahu-tahu saya (ditemukan) sudah tergeletak di lantai. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain harus diopname," ujar Anwar.
Dengan kondisi sakit, Anwar menyempatkan diri datang ke pernikahan anaknya setelah mengantongi izin dari dokter dengan satu syarat.
"Dokter menyarankan untuk tidak boleh keluar tetapi kan anak nikah. (Diperbolehkan) dengan catatan akhirnya harus kembali lagi untuk berobat," kata dia.
Pemulihan dua tahun
Setelah itu, dokter pun menyarankan Anwar untuk menjalani perawatan pemulihan sampai dua tahun ke depan.
"Bukan hanya istirahat, istirahat jelas ya. Dan perawatan pemulihan antara satu sampai dua tahun," jelas Anwar.
Berjalan satu tahun, Anwar mengaku masih menjalani pengobatan dan perawatan.
Ia diminta untuk rutin meminum obat sebanyak tiga kali dalam sehari.
"Jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang keempat kali untuk minum obat," ujar Anwar.
Oleh karena itu, Anwar tidak terima laporan Majelis MKMK yang menyebutnya sebagai Hakim Konstitusi paling sering absen dalam persidangan.
"Saya mohon maaf enggak pernah (absen), apalagi bolos," ucap Anwar.
Anwar mengeklaim bahwa ketidakhadirannya dalam sejumlah persidangan karena sakit juga sudah mengantongi izin, bukan absen tanpa alasan.
"Jadi ketidakhadiran saya itu tidak ada yang tanpa alasan sakit," tegas Anwar.
Tag: #klarifikasi #anwar #usman #disebut #jadi #hakim #yang #paling #sering #bolos #sidang #sakit #sejak #tahun #lalu