Menkes: Gemuk Itu Masalah, Sebabkan Hipertensi hingga Diabetes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa obesitas adalah masalah kesehatan serius karena dapat memicu berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes.
Hal itu disampaikan Budi saat memaparkan data terkait penyakit gigi hingga hipertensi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026).
“Nah (untuk orang) dewasa ini, ya mungkin saya sempat agak tidak populer di sana, tapi kenyataannya memang gemuk itu masalah. Gemuk itu masalah,” kata Budi.
“Dan gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan saya ada catatan diabetes nih angkanya agak aneh,” ujar dia.
Budi menjelaskan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi diabetes tercatat sebesar 13 persen.
Namun, angka tersebut tidak mencerminkan kondisi yang baik karena seharusnya bisa mencapai 50 sampai 60 persen.
“Karena survei kesehatan Indonesia tuh 13 persen, ini rendah sekali. Dia mungkin harusnya 50 sampai 60 persen dari tekanan darah tinggi ya. Tapi kita ketangkapnya waktu skriningnya kenapa rendah sekali,” ucap Budi.
Dia menambahkan, masalah kesehatan pada kelompok dewasa umumnya berkaitan dengan obesitas, hipertensi, serta tingginya kadar gula darah dan kolesterol.
“Dan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi itu selalu keluar begitu usia di atas 60,” kata Budi.
Penyebab kematian utama
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung, masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.
Namun, risiko tersebut dapat ditekan jika faktor pemicunya dikendalikan sejak dini.
“Kardiovaskular sebagai penyebab kematian utama, yaitu stroke sama jantung, kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu penelitian menyebutkan bisa menurunkan prevalensi antara 30 sampai 50 persen,” tutur dia.
Dia menambahkan, upaya pengendalian tersebut tidak hanya menurunkan angka kematian, tetapi juga mencegah masyarakat harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Budi turut memaparkan program pengendalian hipertensi yang tengah dijalankan Kementerian Kesehatan di puskesmas.
Dia mengatakan, dari sekitar 6 juta penderita hipertensi yang terdata, jumlah pasien yang tekanan darahnya terkendali masih sangat rendah.
“Nah kita coba jalankan di beberapa puskesmas, ya prestasinya belum bagus. Dari 6 juta yang hipertensi, yang terkendali baru 191.000,” kata Budi.
“Terkendali itu artinya apa? Dia dikasih obat, dia minum tiap hari, kemudian sebulan lagi dites. Nah di bulan keempat dites lagi, darah tinggi apa enggak. Kalau sudah dua kali dia turun, itu dibilangnya terkendali,” ujar dia.
Budi menargetkan, pada tahun ini sebanyak 90 persen penderita hipertensi dapat dikendalikan melalui pemberian obat generik murah di puskesmas.
Tag: #menkes #gemuk #masalah #sebabkan #hipertensi #hingga #diabetes