Kerugian Sumut Akibat Bencana Capai Rp 17,4 Triliun, tapi Butuh Rp 69,47 Triliun untuk Pemulihan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat menjawab pertanyaan wartawan usai rapat koordinasi 'Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara, Senin (12/1/2026). Rapat juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suhariyanto serta Kepala Daerah se Sumut.(KOMP
18:30
15 Januari 2026

Kerugian Sumut Akibat Bencana Capai Rp 17,4 Triliun, tapi Butuh Rp 69,47 Triliun untuk Pemulihan

- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayahnya senilai Rp 17,4 triliun.

Kendati demikian, Bobby juga mengungkapkan, Sumatera Utara membutuhkan dana sejumlah Rp 69,47 triliun untuk biaya pemulihan di wilayah yang ia pimpin.

Hal ini diungkapkan Bobby saat berbicara dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Estimasi dari seluruh sektor yang ada di wilayah Sumatera Utara, dari sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, sektor, dan juga lintas sektor, ini total kerugian adalah Rp 17,4 triliun," kata Bobby.

"Namun di sini kenapa ada total kebutuhan ada Rp 69,47 triliun. Contoh di infrastruktur bapak, mungkin secara nilai kerugian di sini tertulis Rp 10,90 triliun. Namun kalau diperbaiki, ini mungkin dengan angka segitu, tidak bisa lagi Pak Menko, mohon izin," tambah dia.

Perbedaan besar ini karena memperbaiki dampak bencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi lama, tetapi harus membangun ulang dengan standcar yang lebih kuat dan aman.

Menurut Bobby, banyak infrastruktur, khususnya jalan nasional dan jalan provinsi, yang sudah tidak dapat lagi menggunakan jalur eksisting.

Selain itu, ruas jalan yang masih bisa dilalui tetap memerlukan penguatan tambahan, seperti penguatan tebing dan struktur pendukung lainnya, agar lebih aman dan tahan terhadap bencana di masa mendatang.

"Ini perlu dilakukan. Oleh karena itu mungkin dari total kerugian ini kami lakukan sesuai dengan apa gambaran data yang akan kami ajukan sebagai R3P (rencana rehabilitasi dan rekonstruksi), yang Insya Allah akan kami selesaikan sebelum akhir bulan Januari 2026 ini," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan laporan terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1/2026).

"Tercatat total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa, dengan rincian 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, 231 jiwa di Sumatera Barat," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers, Rabu (14/1/2026).

Sementara itu, masih ada 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.

"Bencana ini juga mengakibatkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi," ucapnya.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.

Untuk mempercepat langkah pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah.

"Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak," jelasnya.

Tag:  #kerugian #sumut #akibat #bencana #capai #triliun #tapi #butuh #6947 #triliun #untuk #pemulihan

KOMENTAR