Tangis Anak Jurnalis Rico di Sidang MK: Singgung Koptu Herman Bukit Masih Bertugas
Gedung Mahkamah Konstitusi. MK tegaskan larangan wakil menteri (wamen) yang merangkap jabatan melalui putusan yang dibacakan dalam sidang perkara nomor 128/PUU-XXIII/2025 pada Kamis (28/8/2025).(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
11:46
15 Januari 2026

Tangis Anak Jurnalis Rico di Sidang MK: Singgung Koptu Herman Bukit Masih Bertugas

- Eva Meliani Pasaribu, anak sulung jurnalis Rico Sampurna Pasaribu yang tewas akibat rumahnya dibakar, tak kuasa menahan tangis saat bersaksi di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang permohonan uji materiil Undang-Undang tentang Peradilan Militer.

Dalam kesaksian permohonannya itu, Eva teringat kiprah ayahnya, seorang jurnalis pemberani karena mengungkap bisnis judi yang diduga dibekingi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Oleh karena itu, dalam persidangan tersebut Eva berusaha berani bersuara meski rasa takut selalu menyelimuti kehidupannya usai kematian sang ayah.

Untuk diketahui, Rico Sempurna Pasaribu tewas bersama istri, anak, dan cucunya usai rumahnya di Kabupaten Karo dibakar.

"Betapa mendatangkan trauma bagi saya bahwa dengan bukti keterlibatan sebesar apapun, Koptu Herman Bukit masih bebas dan menjalankan tugasnya, digaji oleh negara. Sementara para eksekutor lainnya sudah dijatuhi hukuman pidana seumur hidup," kata Eva, dikutip dari YouTube Mahkamah Konstitusi, Kamis (15/1/2026).

Sambil terisak tangis, Eva meminta majelis hakim Mahkamah Konstitusi agar keadilan tidak padam seperti api yang telah merenggut nyawa keluarganya.

"Saya memohon agar tidak ada lagi wartawan seperti Ayah saya yang dibungkam, sementara aktor intelektual masih bebas karena berseragam," tegas Eva, dengan air mata yang mengalir ke pipinya.

Eva juga berharap agar penanganan kasus yang melibatkan anggota TNI tidak lagi dibedakan dengan warga sipil dan dapat diperiksa bersama-sama tanpa adanya perbedaan perlakuan di hadapan hukum.

"Sehingga korban seperti saya dapat benar-benar merasakan keadilan. Karena ini adalah harapan terakhir saya, Yang Mulia," kata dia.

"Saya sangat-sangat bermohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim sekalian, agar dapat mempertimbangkan permohonan saya, anak sebatang kara ini dalam mencari keadilan di dunia yang hanya sementara ini," tambah dia.

Tag:  #tangis #anak #jurnalis #rico #sidang #singgung #koptu #herman #bukit #masih #bertugas

KOMENTAR