Prabowo Guyur Atlet SEA Games dengan Bonus Besar Usai Lampaui Target Emas
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama dengan para atlet peraih medali SEA Games 2025(Dokumentasi Humas Kemenpora)
05:18
9 Januari 2026

Prabowo Guyur Atlet SEA Games dengan Bonus Besar Usai Lampaui Target Emas

- Senyum lebar tak bisa disembunyikan dari wajah para atlet yang melangkah masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) siang.

Puluhan pejuang Merah Putih itu datang bukan sekadar memenuhi undangan kenegaraan, tetapi membawa pulang cerita tentang keringat, air mata, dan medali yang mereka persembahkan dari SEA Games ke-33 Thailand.

Di balik seragam jaket yang rapi, tersimpan ingatan tentang hari-hari panjang latihan dan tekanan pertandingan.

Siang itu, mereka tahu satu kabar baik akan segera diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto: Apresiasi negara atas target emas yang terlampaui, dalam bentuk bonus yang telah lama dinanti.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, kontingen Indonesia berhasil meraih 91 emas di SEA Games kali ini, jauh lebih tinggi dari target 80 emas.

Capaian ini membuat Indonesia berhasil menempati rangking kedua sejak tahun 1995.

Selain emas, Indonesia juga berhasil meraih 111 perak dan 131 perunggu.

"Alhamdulillah kita berhasil sejak 1995 kita berhasil menempati rangking 2 di Asia. Tentu tidak sebagai tuan rumah, kalau tuan rumah biasanya juara umum. Dan alhamdulillah, target juga di atas Pak, yang tadinya 80 emas kita mendapatkan 91 emas," kata Erick Thohir, di Istana Negara, Kamis.

Peraih emas Rp 1 Miliar

Bonus yang diterima atlet berbeda-beda tergantung prestasinya.

Peraih medali emas mendapat bonus paling tinggi, yakni Rp 1 miliar untuk sektor tunggal atau perorangan.

Erick mengungkapkan, bonus Rp 1 miliar untuk peraih medali emas SEA Games menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah hanya memberikan bonus senilai Rp 500 juta.

Pemberian bonus dengan nominal fantastis itu sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu ketika melepas kontingen RI bertanding di SEA Games.

Kini, Prabowo benar-benar memberikan bonus dengan nominal sesuai janjinya saat itu.

"(Peraih medali) Emas (sektor) tunggal sebesar Rp 1 miliar, terbesar juga sepanjang sejarah karena Bapak, terima kasih," beber Erick.

Sementara, peraih medali perak sektor tunggal mendapat bonus Rp 315 juta.

Sedangkan atlet peraih medali perunggu sektor tunggal mendapatkan bonus Rp 157 juta.

Di sektor beregu, atlet peraih medali emas mendapat bonus Rp 500 juta per orang, peraih medali perak Rp 220,5 juta per orang, dan peraih medali perunggu mendapat bonus Rp 110,25 juta per orang.

"Ada perhitungan sendiri untuk beregunya termasuk pelatih," ujar Erick.

Total bonus Rp 465,2 miliar

Secara total, jumlah bonus yang disalurkan pemerintah untuk atlet berprestasi di ajang SEA Games mencapai Rp 465,2 miliar.

Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus tersebut kepada masing-masing atlet melalui bank pelat merah, BRI.

"Melalui Bank BRI total dananya Rp 465,2 miliar," ujar dia.

Bonus terbesar Rp 3,4 miliar

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi menjadi penerima bonus terbesar senilai Rp 3,4 miliar, berkat perolehan lima medali emas dan dua medali perak yang ia dulang dari SEA Games perdananya.

Deretan medali tersebut bahkan mendapatkan sorotan langsung dari Presiden Prabowo saat menyerahkan bonus secara simbolis di Istana, kemarin.

Kepala Negara memegang dan menghitung medali yang tergantung di leher Martina.

Satu medali emas dari kategori perorangan, sementara empat medali emas lainnya dari kategori beregu.

Ia pun menjadi salah satu dari tiga atlet yang duduk sejajar dengan Presiden Prabowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di hadapan atlet lainnya di Istana Negara.

"Total dapat 7 medali, lima emas dan 2 perak. (Saat penyerahan bonus), Ditanya (Presiden) dari cabor apa, apa saja yang didapat, terus dihitung tadi berapa medalinya emasnya," beber Martina.

Prabowo minta ditabung

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo meminta para atlet menggunakan bonus untuk hal-hal positif seperti tabungan masa depan.

Ia tidak ingin bonus yang diberikan negara sebagai bentuk penghargaan atas prestasi itu digunakan untuk hal negatif.

"Saya titip sama saudara-saudara, saudara masih muda, ya. Jangan pakai untuk yang tidak positif, berbuat yang baik, tabung untuk masa depanmu, orangtuamu, untuk dirimu," ujar Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini membeberkan, besarnya bonus yang diberikan negara sejalan dengan kiprah para atlet yang berjuang untuk kehormatan bangsa.

Atlet-atlet itu mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran.

"Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah mendorong untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masamu yang akan datang. Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak," kata Prabowo.

Dapat kenaikan pangkat

Sejatinya selain bonus dalam bentuk materi, sejumlah atlet juga mendapat kenaikan pangkat.

Atlet angkat besi (weightlifter), Rizki Juniansyah, salah satunya, mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten berkat prestasinya memecahkan dua rekor dunia di kelas 79 kilogram putra.

Ia mencatatkan angkatan clean & jerk seberat 205 kilogram, melampaui rekor dunia sebelumnya yang juga atas namanya sendiri dengan angkatan 204 kilogram.

Tak berhenti di situ, Rizki juga membukukan total angkatan 365 kilogram, sekaligus memecahkan rekor dunia 362 kilogram yang sebelumnya dipegang lifter Mesir, Abdelrahman Younes.

Merunut ke belakang, jabatan Letnan Dua (Letda) TNI diraihnya karena prestasi yang sama.

Rizki berhasil meraih dua medali emas dan mencetak rekor dunia kelas 79 kilogram di Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, pada Oktober 2025.

Dia juga berhasil menyabet medali emas dalam Olimpiade Paris 2024.

Selain Rizki, atlet taekwondo Muhammad Alfi turut mendapatkan KPLB dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu.

Kemudian, 37 prajurit lainnya mendapatkan penghargaan berupa kesempatan mengikuti pendidikan sekolah perwira dan sekolah bintara.

Secara total, prajurit TNI yang mengikuti ajang SEA Games 2025 mencapai 39 personel.

Rinciannya, 19 personel mendapatkan medali emas, 18 personel mendapat medali perak, dan 17 personel mendapatkan medali perunggu.

"Penghargaan yang diberikan kepada mereka, yaitu Kenaikan Pangkat Luar Biasa (untuk) 2 orang termasuk Rizki. Kemudian, pendidikan Sekolah Perwira 34 orang, dan pendidikan Sekolah Bintara 3 orang, karena 3 orang dari Tamtama," ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, di Istana.

Tag:  #prabowo #guyur #atlet #games #dengan #bonus #besar #usai #lampaui #target #emas

KOMENTAR