Kulit Kering Vs Kulit Dehidrasi, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter
- Perihal melembabkan tubuh dan wajah yang kering, kamu mungkin melewatkan satu langkah yang sangat penting, yaitu mencari tahu apakah kamu sedang berhadapan dengan kulit kering atau kulit dehidrasi.
Keduanya mungkin terdengar seperti masalah yang sama, tetapi sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Salah mengenali salah satunya bisa menjadi alasan mengapa kamu tidak melihat hasil diharapkan.
Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi
Dikutip dari Self, Senin (23/2/2026), kulit kering maupun dehidrasi memiliki banyak gejala yang sama, termasuk rasa kencang, gatal, dan kulit yang mengelupas. Namun, secara teknis, perbedaan terbesar terletak pada penyebab spesifiknya masing-masing.
Baca juga: Dokter Bagikan Cara Cek Kulit Kering Saat Puasa, Bisa Dilakukan di Rumah
“Kulit kering secara alami memiliki kelenjar minyak yang kurang aktif dan oleh karena itu produksi sebumnya lebih rendah, yang menyebabkan kebutuhan akan kelembapan terus-menerus,” jelas dokter spesialis kulit Marisa Garshick, MD.
Sementara itu, kulit yang dehidrasi tetap bisa memproduksi minyak. Namun, masalah utamanya adalah kekurangan air.
Kata dr. Garshick, sangat mungkin untuk mengalami keduanya sekaligus, mengingat kurangnya minyak dapat membuat tubuh lebih sulit untuk menahan air dan tetap terhidrasi.
"Akan tetapi, mengetahui perbedaannya sangat penting untuk memilih perawatan kulit yang tepat,” jelas dia.
Cara membedakan kulit kering dan kulit dehidrasi
Gejala gagal ginjal pada kulit.
1. Antara tipe kulit dan kondisi sementara
Jika kulitmu selalu terasa kering kerontang sepanjang tahun, itu tandanya jenis kulitmu memang tipe yang kering.
'Seperti halnya kulit berminyak atau sensitif, kulit kering adalah sebuah tipe kulit,” ungkap dokter spesialis kulit di New York Dermatology Group dan instruktur klinis di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, Carmen Castilla, MD.
"Lebih spesifik lagi, hal itu terjadi ketika kulit secara alami tidak memproduksi cukup minyak atau kekurangan lipid, yang mana keduanya sangat penting untuk menjaga moisture barrier tetap kuat,” sambung dia.
Moisture barrier adalah lapisan luar pelindung kulit yang menjaga iritasi tetap di luar, dan hidrasi tetap di dalam.
Apakah kamu memiliki kulit kering atau tidak sering kali bergantung pada faktor genetika. Menurut dr. Castilla, kelenjar minyakmu memang tidak memproduksi minyak dalam jumlah yang signifikan, dan itu tidak selalu bisa diubah.
Namun, perubahan hormonal, misalnya selama masa menopause, atau sekadar penuaan, serta kondisi kronis seperti eksim, juga turut memainkan peran.
Di sisi lain, kulit dehidrasi bukanlah sesuatu yang kamu miliki sejak lahir. Sebaliknya, ini adalah kondisi akut yang terjadi ketika kulitmu kehilangan air.
Baca juga: Cegah Kulit Dehidrasi Saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi kulit kering. Konsumsi makanan tinggi garam ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, tetapi juga bisa mempercepat penuaan kulit melalui gangguan hidrasi dan produksi kolagen.
Hal ini bisa disebabkan oleh cuaca dingin yang kering, keringat berlebih, kurang minum air, atau terlalu banyak menggunakan bahan aktif yang kuat, seperti asam eksfoliasi dan retinol, yang berpotensi melemahkan pelindung kulitmu.
Semua faktor ini dapat memperburuk kekeringan juga. Namun, intinya adalah dehidrasi tidak bersifat kronis karena sebagian besar dipengaruhi oleh hal-hal eksternal.
2. Kulit kencang tapi berminyak? Waspada dehidrasi
Meskipun kulit terasa "haus" dan kaku, kulit mungkin tampak mengkilap di area seperti T-zone jika dehidrasi adalah masalahnya.
Dijelaskan oleh dr. Garshick, area dehidrasi tidak terikat pada tipe kulitmu. Siapa pun, bahkan mereka yang memiliki kulit berminyak atau kombinasi, dapat mengalami kehilangan kadar air.
Namun, apa alasan kulit berminyak tetap terasa kencang saat mengalami dehidrasi?
“Minyak dapat membantu mencegah kehilangan air lebih lanjut, tetapi ia tidak menambah hidrasi,” ungkap dr. Garshick.
Itulah sebabnya kulit kering cenderung tampak kasar, retak, dan bersisik. Sementara itu, kulit dehidrasi memiliki sensasi kering kerontang dan pecah-pecah yang biasanya dikaitkan dengan kekeringan, ditambah dengan kilauan yang tidak terduga.
Baca juga: Kerutan di Dahi Bisa Jadi Tanda Kulit Dehidrasi, Ini Cara Mengatasinya
3. Cek elastisitas lewat tes cubit
Cubit perlahan kulit di punggung tanganmu, tahan selama tiga detik, lalu lepaskan. Biasanya, kulit segera kembali ke posisi semula, bahkan jika kamu memiliki kulit kering.
Ilustrasi kulit kering. Tanda-tanda tubuh tidak bisa berkeringat salah satunya adalah kulit sangat kering.
Namun, jika efek "kembali" tersebut terasa jauh lebih lambat, itu bisa menjadi indikasi yang lebih umum bahwa kamu mengalami dehidrasi, yang mana hal ini bisa menunjukkan bahwa kulit di wajahmu juga kekurangan kelembapan.
Menurut dr. Castilla, ini karena air adalah apa yang memberikan elastisitas dan kekenyalan pada kulit, sedangkan minyak adalah "pelumas" yang memengaruhi tekstur kulit.
Artinya, minyak membantu mencegah kekasaran dan pengelupasan, tetapi tidak akan memberikan banyak pengaruh pada elastisitas.
4. Apakah garis halus semakin terlihat?
Menurut dr. Castilla, hal lain yang dapat terjadi ketika kulitmu kehilangan elastisitasnya adalah garis-garis halus menjadi lebih tegas, terutama di sekitar mata.
Baca juga: Panduan Skincare Pagi untuk Kulit Kering, Cleanser sampai Sunscreen
Tanpa kekenyalan dan volume alami yang disediakan oleh air, kulit dapat tampak lebih tipi, sehingga membuat lipatan-lipatan tersebut sedikit lebih menonjol dari biasanya.
Kabar baiknya, garis-garis yang terkait dengan dehidrasi ini akan menghilang begitu kamu "mengisi ulang" kelembapan, entah itu dengan meminum lebih banyak air menggunakan produk topikal yang tepat.
Problema kulit kering bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kurang minum hingga kurang vitamin D.
Panduan memilih skincare yang tepat
Banyak pelembap dan serum yang dapat mengatasi kedua masalah tersebut. Namun, dr. Garshick mengatakan bahwa bahan-bahan tertentu bekerja lebih baik untuk kulit kering daripada kulit dehidrasi.
"Sebagai contoh, mengobati kulit dehidrasi dengan produk berbasis minyak yang berat mungkin tidak akan seefektif itu,” kata dia.
Bukan berarti produk tersebut akan memperburuk keadaan. Hanya, untuk kulit dehidrasi, retensi air harus menjadi tujuannya, sehingga lebih masuk akal untuk mengandalkan bahan-bahan penarik air seperti hyaluronic acid dan glycerin.
Baca juga: Panduan Skincare Pagi untuk Kulit Kering, Cleanser sampai Sunscreen
Untuk kulit kering, formula ringan tersebut biasanya tidak cukup untuk mengisi kembali minyak yang hilang.
“Hidrasi memang membantu, tetapi mengunci kelembapan adalah kunci untuk kulit kering,” tambah dr. Garshick.
Kamu perlu formula yang lebih kental yang mengandung emolien, yang melembutkan dan menghaluskan, dan oklusif, untuk mengunci kelembapan. Bahan-bahan yang perlu dicari termasuk ceramide, shea butter, dan squalane.
Jika kebetulan mengalami kulit kering sekaligus dehidrasi, atau hanya tidak bisa membedakan yang mana, menggunakan skincare dengan kandungan untuk kulit kering dan dehidrasi, dapat membantu untuk menarik air dan mengunci minyak.
Tag: #kulit #kering #kulit #dehidrasi #bedanya #penjelasan #dokter