Publik Apresiasi Kepala BNN, Tantangan Pemberantasan Narkotika Masih Panjang
-Upaya pemberantasan narkotika di Indonesia masih menghadapi jalan terjal. Peredaran narkoba yang kian masif, jaringan lintas negara, hingga tantangan regulasi dan teknis di lapangan, membuat tugas Badan Narkotika Nasional (BNN) jauh dari kata ringan.
Di tengah situasi tersebut, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mendapat apresiasi dari komunitas Figur Nusantara (Figura) atas kinerja memimpin agenda pemberantasan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif berbahaya lainnya.
Apresiasi itu diserahkan pada Selasa (6/1) sebagai bentuk dukungan publik terhadap kerja institusi penegak hukum narkotika. Dalam beberapa tahun terakhir, BNN mencatat sejumlah operasi besar yang menyorot perhatian publik.
Mulai dari penindakan di kawasan yang selama ini dikenal sulit disentuh aparat, seperti Kampung Ambon, hingga pengungkapan jaringan narkoba lintas negara yang terhubung dengan sindikat asal Tiongkok.
Operasi tersebut memperlihatkan pendekatan penegakan hukum yang lebih terbuka dan menyasar aktor besar, bukan hanya pengguna di level bawah.
Ketua International Creatives Exchange sekaligus penggagas Figura Atta Ul Karim menilai, langkah-langkah tersebut layak mendapat dukungan moral dari masyarakat sipil. Apresiasi publik bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk partisipasi sosial dalam memperkuat perang melawan narkoba.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan pada aparat. Dukungan masyarakat penting agar agenda ini tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Atta melalui keterangannya.
Meski demikian, menurut dia, tantangan ke depan dinilai masih besar. Perubahan pola peredaran narkoba yang memanfaatkan teknologi digital, jalur distribusi baru, hingga perdebatan soal pendekatan hukum, antara represif dan rehabilitatif, menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab negara.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengakui, dukungan publik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi kebijakan BNN. Dia menegaskan agenda Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba) membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran generasi muda.
“Dukungan masyarakat membuat kami yakin bahwa perang melawan narkoba adalah tugas bersama. Anak muda harus berani menolak narkoba dan aktif dalam kegiatan positif,” kata Suyudi.
Apresiasi dari Figura menjadi yang pertama di awal 2026 dan direncanakan berlanjut kepada tokoh lain dari berbagai sektor. Di luar penghargaan simbolik, publik kini menanti langkah konkret lanjutan, yaitu penguatan regulasi, konsistensi penegakan hukum, serta strategi pencegahan yang adaptif terhadap dinamika peredaran narkotika di Indonesia.
Tag: #publik #apresiasi #kepala #tantangan #pemberantasan #narkotika #masih #panjang