Natalius Pigai Pamer Berani Bentuk Kanwil di Tengah Efisiensi: Ini Prestasi
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membanggakan Kementerian HAM yang berani membentuk kantor-kantor wilayah di tengah gencarnya efisiensi anggaran.
Menurut Pigai, pembentukan kantor wilayah merupakan sebuah prestasi karena Kementerian HAM merupakan kementerian yang baru dibentuk dan belum mempunyai kantor wilayah sebelumnya.
“Kementerian Hak Asasi Manusia dalam periode ini juga, ini prestasi-prestasi kita ini... Kami berani membentuk kantor wilayah di seluruh Indonesia! Enggak ada kementerian lain yang bentuk kantor wilayah baru. Kami dari baru, dari nol kita dirikan! Dari nol! Belum apa-apa,” kata Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (5/1/2026).
“Kalau imigrasi, ada kantor imigrasi. Kalau hukum, ada kantor wilayah hukum. Lapas, ada Lembaga Pemasyarakatan. Kementerian HAM ini tidak ada, kita bikin baru! Baru kita dirikan, bikin kantor wilayah pada saat efisiensi,” ujar dia melanjutkan.
Pigai menuturkan, saat pihak lain justru mematikan lampu dan menerapkan kebijakan work from anywhere serta work from home demi efisiensi, Kementerian HAM memilih langkah berbeda dengan mendirikan kantor wilayah.
“Jadi enggak ada, kita ini optimis, tidak pernah negatif, apa... pesimis. Pada saat anggaran kita baru Rp 5 juta atau Rp 8 juta di awal kita masuk, kita dirikan kantor wilayah,” kata dia.
Pigai lalu menyinggung banyak pihak yang mempertanyakan penataan pegawai Kementerian HAM ketika kementerian itu baru dibentuk.
Namun, seluruh pejabat eselon I hingga IV telah menduduki jabatannya secara definitif pada Januari 2025.
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh hak pegawai, termasuk gaji dan tunjangan hari raya (THR), telah dipenuhi.
Bahkan, ia mengeklaim, THR dibayarkan langsung dari anggaran Kementerian HAM tanpa bergantung pada Kementerian Keuangan.
“Jadi kita, sebenarnya prestasi yang kita capai di kita ini lebih unggul, unggul, unggul terus. Tapi survei bilang buruk, buruk, buruknya dia itu. Ya biasalah, abal-abal. Padahal kita nomor satu terus nih,” ucap Pigai.
Selain itu, Pigai juga memamerkan anggaran Kementerian HAM yang meroket dari Rp 5 miliar saat berdiri menjadi hampir Rp 400 miliar pada 2025.
Ia menyebutkan, kenaikan tersebut jauh melampaui sejumlah kementerian lain yang anggarannya berada di kisaran Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar.
Pigai pun mengeklaim, Kementerian HAM menjadi satu-satunya kementerian yang membuka formasi penerimaan pegawai baru dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ya kalau kita mau ingin prestasi-prestasi kita satu per satu kita kupas, mungkin sampai besok juga masih belum bisa selesai. Oleh karena itulah maka dari sisi tata kelola manajemen, ya kita termasuk yang unggul,” ujar dia.
Pigai juga mengomentari banyaknya pemberitaan mengenai Kementerian HAM selama satu tahun terakhir yang menurutnya wajar.
Menurut dia, pemberitaan tersebut bukan opini, melainkan hasil reportase atas kerja kementeriannya
“Makanya ya tidak heran kalau Kementerian HAM ini sangat terkenal di seluruh Indonesia! Terkenal bukan karena bikin kasus. Ngasus. Enggak ada ngasus kami di sini. Semua terkenal karena kerja! Karena kami kerja sungguh-sungguh! Pagi, siang, sore, dan malam. Sampai ada yang tidur di kantor,” kata Pigai menegaskan.
Tag: #natalius #pigai #pamer #berani #bentuk #kanwil #tengah #efisiensi #prestasi