Mulai 20 Juni 2026, Penumpang Pesawat yang Keluar dari Thailand Kena Biaya Rp 608.000
Ilustrasi Bandara Suvarnabhumi di Thailand.(Dok. UNSPLASH/Ruben Sukatendel)
10:49
21 Februari 2026

Mulai 20 Juni 2026, Penumpang Pesawat yang Keluar dari Thailand Kena Biaya Rp 608.000

Penumpang pesawat yang keluar dari Thailand akan dikenai biaya tambahan yaitu biaya layanan penumpang keberangkatan internasional baru (PSC) sebesar 1.120 baht atau sekitar Rp 608.000 per orang. 

Dilansir dari Straits Times, Airports of Thailand (AOT) mengatakan kebijakan ini efektif mulai 20 Juni 2026 di enam bandara AOT, yaitu: Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Mae Fah Luang Chiang Rai, Phuket dan Hat Yai.

"Kenaikan PSC tersebut mengikuti resolusi rapat Dewan Penerbangan Sipil pada 3 Desember 2025 – yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn – yang pada prinsipnya menyetujui permintaan AOT untuk menaikkan PSC keberangkatan internasional dari 730 baht menjadi 1.120 baht, peningkatan sebesar 390 baht."

Baca juga: Polisi Buru Pencuri Koper Milik Turis Thailand di Gunung Bromo

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden AOT Paweena Jariyathitipong, dikutip dari Straits Times, Sabtu (21/2/2026).

Berdasarkan analisis AOT, naiknya PSC tidak akan mempengaruhi keputusan perjalanan penumpang. Selain itu, PSC Thailand dinilai masih lebih rendah dibanding biaya bandara luar negeri lainnya.

Pihak AOT juga mengatakan, penyesuaian PSC ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan AOT sekitar 10 miliar baht per tahun. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk meningkatkan layanan bandara.

Baca juga: Tujuh Koper Turis Thailand Dicuri saat Liburan di Gunung Bromo, Polisi Turun Tangan

AOT menekankan bahwa PSC bukanlah pajak atau pendapatan yang dikumpulkan untuk keuntungan. Namun, pendapatan yang dialokasikan semata-mata untuk kegiatan yang berkaitan dengan bandara. 

Biaya tersebut, katanya, juga memerlukan persetujuan dari menteri terkait, sebagai bentuk transparansi dan pengawasan yang cermat.

Pihak AOT menuturkan, pendapatan dari PSC ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur di enam bandara AOT, meningkatkan kenyamanan, kecepatan, dan keselamatan bagi penumpang. 

Baca juga: Liburan ke Thailand Awal Februari, Turis Dilarang Minum Alkohol

Contohnya, termasuk proyek Terminal Satelit 1 di Bandara Suvarnabhumi dan peningkatan terminal penumpang di Bandara Don Mueang.

AOT juga akan meluncurkan sistem pemrosesan penumpang umum untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan efisiensi check-in, dan meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan. 

Mereka mengatakan, survei terhadap penumpang dan maskapai penerbangan menemukan bahwa sebagian besar penumpang memandang PSC baru tersebut sebagai hal yang wajar, dan bukan faktor dalam pengambilan keputusan perjalanan.

Menanggapi PSC baru ini, pihak maskapai penerbangan secara umum menyetujui pendekatan penyesuaian tersebut.

Baca juga: Thailand Ditulis Tailan di Peta RI, Ini Penjelasan Badan Informasi Geospasial

Di samping itu, pihak maskapai juga mendesak AOT untuk meningkatkan kualitas layanan secara bersamaan.

Menanggapi hal ini, pihak AOT mengatakan bahwa mereka sedang memasukkan umpan balik tersebut ke dalam peningkatan operasional yang sedang berlangsung.

Presiden AOT mengatakan, revisi PSC bertujuan untuk mendukung biaya operasional dan investasi jangka panjang, guna meningkatkan standar keselamatan, kualitas layanan, dan kapasitas untuk pertumbuhan penumpang di masa mendatang.

Baca juga: Negara yang Larang Vape: Singapura sampai Thailand Denda hingga Rp 25 Juta

Sekaligus, membantu memposisikan bandara-bandara Thailand sebagai pusat penerbangan regional yang berkelanjutan dengan standar kelas dunia.

Untuk saat ini, tarif PSC domestik di Thailand tidak berubah, masih sebesar 130 baht atau sekitar Rp 70.000 per penumpang.

Sementara itu, AOT juga mengatakan sedang mempersiapkan rencana untuk meminta persetujuan pengenaan biaya PSC bagi penumpang transit atau transfer.

Baca juga: Kalahkan Thailand, Malaysia jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara

Pertimbangannya, lebih dari 90 persen bandara di seluruh dunia sudah mengenakan biaya tersebut. 

AOT menilai, kebijakan ini akan menghasilkan pendapatan untuk lebih meningkatkan layanan bagi operasi transit dan transfer.

Tag:  #mulai #juni #2026 #penumpang #pesawat #yang #keluar #dari #thailand #kena #biaya #608000

KOMENTAR