Konglomerat RI Mochtar Riady Bakal Jual Gedung Ikonik di Singapura
- OUE Commercial REIT yang dikendalikan konglomerat Indonesia, Mochtar Riady dan keluarganya tengah mencari pembeli untuk One Raffles Place, salah satu gedung tertinggi di kawasan pusat bisnis Singapura (CBD).
Dikutip dari Forbes, Sabtu (21/2/2026), langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan kuatnya permintaan terhadap properti komersial di negara tersebut.
One Raffles Place berlokasi di pusat kawasan Raffles Place CBD. Kompleks ini terdiri dari menara perkantoran 62 lantai, blok 38 lantai, serta podium ritel enam lantai dengan total luas sewa kotor lebih dari 65.000 meter persegi.
Konsultan properti CBRE dan JLL ditunjuk secara bersama untuk menangani proses penjualan aset tersebut.
Baca juga: Singapura Bakal Atur Sistem Penjualan Blind Box, Penjual Wajib Ungkap Peluang Barang
Nilai Properti Ditaksir 2,4 Miliar dollar Singapura
Rencana penjualan oleh OUE REIT dan United Overseas Bank pertama kali dilaporkan Business Times. Media itu memperkirakan nilai keseluruhan properti mencapai 2,4 miliar dollar Singapura atau sekitar 1,9 miliar dollar AS.
Porsi kepemilikan efektif OUE REIT di One Raffles Place sekitar 68 persen. Nilai kepemilikan tersebut tercatat sebesar 1,9 miliar dollar Singapura per akhir Desember 2025.
Manajer REIT menyatakan para pemilik tengah melakukan proses untuk mengukur minat pasar atas properti tersebut.
“Manajer ingin menyampaikan bahwa tidak ada jaminan akan tercapainya perjanjian yang mengikat atau terealisasinya suatu transaksi,” katanya dalam pernyataan pada Jumat (20/2/2026).
“Manajer akan menentukan langkah yang tepat pada waktunya dengan mempertimbangkan hasil proses tersebut dan kepentingan terbaik seluruh pemegang unit OUE REIT,” lanjutnya.
Baca juga: Kereta Lintas Negara Malaysia–Singapura Segera Beroperasi, 5 Menit Sampai
Bagian dari Strategi Grup OUE
OUE REIT merupakan unit pengelola properti di Singapura dari OUE Ltd milik keluarga Riady. Perusahaan tersebut dipimpin oleh Stephen Riady, putra Mochtar Riady.
Keluarga Riady, melalui Grup Lippo, memiliki kekayaan bersih 2,4 miliar dollar AS. Bisnis grup ini mencakup sektor properti, ritel, media, kesehatan, dan pendidikan.
Seiring kabar penjajakan penjualan tersebut, unit OUE REIT sempat melonjak hingga 4,2 persen pada Jumat (20/2/2026). Saham OUE juga naik 4,3 persen.
Permintaan Properti Komersial Menguat
Upaya divestasi ini dilakukan di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset komersial di Singapura.
Menurut data CBRE, volume investasi hotel, perkantoran, dan ritel di Singapura naik 18 persen menjadi 33,9 miliar dollar Singapura pada 2025.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Kenaikan ini didorong oleh penurunan suku bunga di Singapura.
Baca juga: Singapura Siapkan Insentif AI dalam APBN 2026, Bidik Produktivitas Bisnis
“Ada permintaan kuat dari investor institusi terhadap aset properti CBD kelas A berkualitas tinggi, dengan pasokan baru yang terbatas dan permintaan yang tetap solid,” ujar Vijay Natarajan, analis di RHB Bank Singapura.
Ia menambahkan, arus masuk modal ke Singapura tetap kuat karena dollar Singapura dipandang sebagai mata uang safe haven atau aset lindung nilai yang aman.
Pemilik Properti Lain Ikut Lepas Aset
Sejumlah pemilik properti lain juga memanfaatkan tingginya permintaan investor.
Bulan lalu, Royal Holdings, yang dikendalikan taipan properti Raj Kumar dan putranya Kishin RK, menawarkan penjualan sekelompok ruko di kawasan belanja Orchard Road senilai 250 juta dollar Singapura.
Di lokasi berdekatan, miliarder Thailand Charoen Sirivadhanabhakdi melalui Frasers Property bersama pemilik lain juga mencari pembeli untuk blok hunian dan ritel di belakang mal Centrepoint.
Aset tersebut ditawarkan melalui penjualan kolektif senilai 418 juta dollar Singapura.
Tag: #konglomerat #mochtar #riady #bakal #jual #gedung #ikonik #singapura