Timnas Punya Rapor Buruk soal Adu Penalti, Liga Jepang Bikin Terobosan
- Liga Jepang menerapkan aturan khusus dalam turnamen J1 100 Year Vision League. Setiap pertandingan yang berakhir imbang langsung dilanjutkan ke adu penalti.
Kebijakan ini muncul di tengah masa transisi kompetisi dari format satu kalender ke dua kalender.
Musim 2025 akan disambung ke musim 2026 atau 2027. Untuk mengisi jeda sekitar enam bulan, operator menggelar turnamen singkat selama empat bulan dengan peserta seluruh klub J1 League.
Dalam regulasi tersebut, pemenang adu penalti mendapat dua poin, sedangkan tim kalah memperoleh satu poin.
Skema ini hanya berlaku pada J1 100 Year Vision League dan tidak masuk dalam kompetisi liga reguler.
Media Inggris, The Guardian, ikut menyoroti kebijakan ini karena dinilai berbeda dari format liga pada umumnya.
Baca juga: ACL Elite 2025-2026: Klub Jepang dan China Seperti Langit dan Bumi
Evaluasi Rekor Penalti Timnas Jepang
Aturan adu penalti itu berkaitan dengan catatan tim nasional Jepang di Piala Dunia.
Samurai Biru tiga kali terhenti di babak 16 besar dan belum pernah melangkah ke perempat final. Dua kegagalan terjadi lewat adu penalti.
Terakhir, Jepang kalah 1-3 dari Kroasia pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Ketua J.League, Saburo Kawabuchi, mengakui aspek ini perlu perhatian khusus.
Aksi pemain dari klub Liga Jepang di atas lapangan permainan.
"Jepang tergolong buruk dalam adu penalti," ucap chairman J.League Saburo Kawabuchi.
"Anda tidak akan bisa menang jika tidak berlatih secara reguler."
"Saya merasa (perlu) berkata pada mereka untuk lebih kreatif," terangnya.
Melalui aturan baru tersebut, pemain diharapkan lebih terbiasa menghadapi situasi tos-tosan.
Baca juga: Jay Idzes Alami Malam Terburuk di Serie A, Hanya Kalah dari Momen Pahit di Jepang
Indonesia Bisa Tiru Jepang
Turnamen J1 100 Year Vision League hanya berlangsung satu kali sebagai bagian masa transisi.
Meski demikian, kebijakan ini membuka ruang pembinaan mental dan teknik dalam situasi adu penalti.
Beberapa negara memiliki pengalaman serupa dalam kegagalan lewat adu penalti.
Indonesia misalnya pernah kalah di final SEA Games 2013 melawan Malaysia, kemudian takluk dari Vietnam pada Piala AFF U-23 2023, serta tumbang dari Iran di final Piala Asia Futsal 2026.
Langkah Jepang menunjukkan upaya memperbanyak pengalaman pertandingan dengan skema penalti.
Format tersebut diterapkan dalam turnamen singkat, bukan liga utama.
Tag: #timnas #punya #rapor #buruk #soal #penalti #liga #jepang #bikin #terobosan