Menlu Ungkap Alasan RI Jadi Wakil Komandan ISF: Pasukan Terbanyak Diberi Kehormatan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan keterangan terkait pasukan perdamaian Palestina di sela-sela kunjungannya ke Washington DC, AS, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
11:42
21 Februari 2026

Menlu Ungkap Alasan RI Jadi Wakil Komandan ISF: Pasukan Terbanyak Diberi Kehormatan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan alasan Indonesia terpilih menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Ia menyebut, biasanya pasukan terbanyak memang mendapatkan kehormatan.

Indonesia diketahui berencana mengirimkan 8.000 lebih prajurit untuk bergabung dalam ISF ke Gaza.

Bahkan kata Sugiono, pasukan terbanyak kerap menjadi komandan pasukan (force commander). Namun dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), pasukan dikomandoi oleh Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Menlu Pastikan 8.000 Pasukan ISF dari Indonesia Tak Akan Lakukan Operasi Militer

"Undangan sebagai Deputy Commander biasanya, normalnya adalah kalau misalnya pasukan terbanyak itu dikasih kehormatan untuk menjadi Force Commander. Dan dalam kaitannya dengan ISF ini Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat," kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2025).

"Ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang operasi dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya, penghormatan," imbuhnya.

Sugiono menilai, jabatan ini sekaligus menjadi penghargaan terhadap rekam jejak Indonesia yang aktif dalam berbagai medan penjaga perdamaian.

"Dan saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," ucap dia.

Baca juga: Dua Bulan Lagi, 8.000 Prajurit TNI Meluncur ke Gaza Gabung ISF

Lebih lanjut Sugiono menjelaskan, pemilihan Wakil Komandan dalam BoP tidak berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan diplomatik negara tersebut dengan Israel.

Ia menekankan, pasukan ini lebih ditugaskan pada menjaga perdamaian.

Lagipula kata Sugiono, pemerintah Indonesia telah menyampaikan national caveats atau batasan nasional dalam pelaksanaan mandat tersebut, termasuk tidak terlibat dalam operasi tempur ofensif.

Pasukan Indonesia hanya akan melakukan tindakan defensif dalam rangka mempertahankan diri apabila menghadapi ancaman langsung.

"National caveats kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi. Yang kita lakukan adalah menjaga ya kan, masyarakat sipil kedua belah pihak," jelas dia.

Baca juga: RI Jadi Wakil Komandan ISF, Anggota DPR: Pengiriman Pasukan Butuh Persiapan Khusus

"Kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana. Dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri," imbuh dia.

Nantinya, ribuan pasukan itu akan dikirimkan secara bertahap.

Pasukan ISF bakal ditempatkan di lima sektor, dengan masing-masing sektor menerima satu brigade ISF.

Berdasarkan paparan Komandan ISF, titik-titik tersebut adalah Gaza Utara, Kota Gaza, Deir Al-Balah, Khan Yunis, dan Rafah.

"Detailnya belum tapi kurang lebih nanti ada lima sektor, diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 atau mungkin lebih di seluruh sektor ini tapi ini merupakan sesuatu yang sifatnya progresif," tandasnya.

Tag:  #menlu #ungkap #alasan #jadi #wakil #komandan #pasukan #terbanyak #diberi #kehormatan

KOMENTAR