Pemenuhan Nutrisi Anak, Jangan Lupakan Zat Gizi Mikro
Sebagai seorang ibu dari balita, publik figur Dhea Ananda menyadari bahwa urusan makan anak tidak sesederhana memastikan perutnya kenyang. Dalam memenuhi kebutuhan gizi putrinya, Sanne El Azhar (3), ia mulai menyadari satu hal penting: kenyang saja tidak cukup.
“Banyak orang tua merasa anak sudah makan cukup, tetapi belum tentu nutrisinya sudah lengkap,” ungkapnya.
Dhea juga mengakui, di awal ia belum sepenuhnya memahami pentingnya keseimbangan gizi. Selama ini, ia hanya fokus pada zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan serat.
"Padahal, ada zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang perannya tak kalah penting, bahkan sering kali lebih sulit dipenuhi dalam menu harian anak," ujarnya.
Baca juga: Manfaat Nutrisi Anak Tak Hanya untuk Tumbuh Tinggi, Ini Kata Dokter
Kualitas dan kelengkapan nutrisi anak
Dokter spesialis gizi Juwalita Surapsari, menekankan bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya sebatas memastikan anak merasa kenyang, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan antara zat gizi makro dan mikro secara optimal.
"Pada periode emas pertumbuhan anak usia 1–5 tahun, terdapat kebutuhan nutrien makro dan mikro yang harus terpenuhi secara seimbang. Pemilihan bahan makanan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pada tahap usia tersebut," katanya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Beberapa mikronutrien penting yang dibutuhkan anak balita antara lain zat besi, vitamin A, vitamin D, zinc, serta DHA yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak.
Selain itu, dr.Juwalita menekankan bahwa tumbuh kembang anak juga tidak lepas dari stimulasi sehari-hari, mulai dari mengajak berbicara, membacakan buku, hingga bermain bersama.
Baca juga: Kurang Nutrisi dalam 1.000 HPK Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak
Menanggapi tentang kesulitan orangtua menghadapi anak yang susah makan, menurut dr.Juwalita anak tetap memiliki kendali atas seberapa banyak ia makan.
“Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan. Oleh sebab itu, dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan,” ungkap dr. Juwalita.
Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia Dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK menekankan bahwa keseimbangan nutrisi sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Anak membutuhkan kombinasi protein berkualitas, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, Omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya.
"Nutrisi tersebut bekerja secara sinergis, sehingga keseimbangan menjadi sangat penting. Dalam kondisi tertentu, dukungan dari asupan padat gizi seperti susu fortifikasi yang mengandung protein, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, dan Omega-3 dapat membantu melengkapi kebutuhan harian anak sebagai bagian dari pola makan seimbang,” ujar Dr. Ray.
Baca juga: Hati-hati, Kekurangan Zat Besi Ganggu Tumbuh Kembang Anak
Tag: #pemenuhan #nutrisi #anak #jangan #lupakan #gizi #mikro