Menlu Ungkap Indonesia Tak Setor Dana Apa Pun ke BoP, Kontribusinya Lewat Pasukan Perdamaian
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan keterangan terkait pasukan Perdamaian yang dikirim Indonesia ke Gaza dalam keterangannya di Washington DC, AS, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
12:54
21 Februari 2026

Menlu Ungkap Indonesia Tak Setor Dana Apa Pun ke BoP, Kontribusinya Lewat Pasukan Perdamaian

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, Indonesia belum memberikan dana apa pun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace).

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi anggota dewan itu tanpa harus memberikan kontribusi dalam bentuk finansial.

Ia menekankan, biaya sebesar 1 miliar dollar AS yang ditawarkan Dewan Perdamaian kepada anggotanya bukan merupakan biaya wajib maupun syarat utama untuk menjadi anggota.

"Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa," ujar Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2025).

Baca juga: Menlu Sebut Rencana BoP Kirim Pasukan Perdamaian Direstui Palestina

Sugiono menjelaskan, kontribusi yang diberikan tiap anggota dapat berbeda-beda.

Indonesia dalam hal ini, berkontribusi dalam pengiriman 8.000 prajurit menjadi bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.

"Ya (masing-masing negara punya kontribusinya tersendiri). Ada yang uang, ada yang pasukan, ada yang orang per orang kirim ke rekening yang di World Bank kemarin itu," ucap dia.

Lebih lanjut Sugiono mengonfirmasi, keputusan untuk tidak melakukan pembayaran bukan mendefinisikan sebuah negara masih menjadi anggota Board of Peace atau sebaliknya.

Indonesia juga belum menyumbang iuran bagi rekonstruksi Gaza, yang nilainya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pertemuan perdana Board of Peace sehari sebelumnya.

Baca juga: Menlu Ungkap Alasan RI Jadi Wakil Komandan ISF: Pasukan Terbanyak Diberi Kehormatan

Iuran tersebut adalah sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dollar AS.

Sembilan negara, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai 7 miliar dollar AS.

"Jadi kemarin yang dibicarakan ini on top of 1 miliar (dollar AS) itu. Ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ, dan sudah ada pledge 7 miliar (dollar AS)," jelas Sugiono.

Sebelumnya diberitakan, Board of Peace memberikan syarat iuran sebagai anggota permanen.

Mereka yang ingin menjadi anggota permanen dalam Board of Peace harus membayar biaya 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun.

Baca juga: Menlu Sugiono: Palestina Tak Dapat Menunggu Lebih Lama Lagi untuk Perdamaian

Jika tidak, keanggotaan hanya terhitung selama tiga tahun saja.

Rencananya iuran itu digunakan untuk mendanai rekonstruksi Gaza, namun bisa juga diperluas untuk menangani konflik lain.

Salinan surat dan draf piagam yang dilihat kantor berita Reuters menyebutkan, dewan ini akan dipimpin Donald Trump seumur hidup, meski ia tak lagi menjadi presiden AS.

Tag:  #menlu #ungkap #indonesia #setor #dana #kontribusinya #lewat #pasukan #perdamaian

KOMENTAR