Presiden IOC Kirsty Coventry Investigasi Gianni Infantino Usai Hadiri Acara Donald Trump
Presiden FIFA, Gianni Infantino (depan), usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Board of Peace, Kamis (19/2/2026) di Washington DC, Amerika Serikat. Inisiatif ini bertujuan memulihkan ekosistem sepak bola di Gaza, Palestina.(Dok. FIFA)
12:42
21 Februari 2026

Presiden IOC Kirsty Coventry Investigasi Gianni Infantino Usai Hadiri Acara Donald Trump

Pemimpin FIFA, Gianni Infantino, kini tengah menjadi sorotan tajam terkait independensinya.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyatakan bahwa pihak komite Olimpiade akan menyelidiki manuver Gianni Infantino usai ia terlihat berpartisipasi dalam peresmian Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Keikutsertaan Gianni Infantino dalam acara Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington, AS, pada Kamis (19/2/2026) tersebut memicu polemik tersendiri.

Dalam kesempatan itu, ia mewakili badan sepak bola dunia untuk menandatangani kemitraan yang berpotensi menyuntikkan dana sebesar 75 juta dolar AS (setara Rp 1,2 triliun) demi membangun ekosistem sepak bola di wilayah Gaza yang hancur akibat perang.

Baca juga: Respons Gianni Infantino atas Lelucon ke Fans soal Hadiah Perdamaian Donald Trump

Pelanggaran Sumpah Netralitas Politik?

Posisi Infantino sebagai salah satu dari 107 anggota Komite Olimpiade Internasional mengharuskannya untuk tunduk pada sumpah independensi politik.

Anggota komite ini sendiri sangat beragam dan wajib bersikap netral, termasuk tokoh-tokoh dari kawasan Timur Tengah seperti Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, hingga duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Putri Reema bint Bandar Al Saud.

Saat ditanya mengenai manuver tokoh sepak bola tersebut di atas panggung politik, Coventry memberikan pandangannya.

"Saya tidak menyadari hal itu, bahwa kami memiliki anggota IOC di barisan depan," kata Coventry.

Ia kemudian menegaskan komitmen komite terhadap aturan yang berlaku.

"Sekarang setelah kalian (para jurnalis) memberi tahu kami tentang hal itu, kami akan kembali dan memeriksanya."

Baca juga: Pendapatan Presiden FIFA Gianni Infantino Tembus Rp 100 Miliar

"Piagam IOC sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari para anggotanya. Kami akan menyelidiki dugaan penandatanganan dokumen tersebut," ungkap Coventry.

Aturan komite melarang anggotanya untuk menerima pengaruh dari luar.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengangkat topi Amerika Serikat saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian pada 19 Februari 2026 di Washington, DC.Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA Presiden FIFA Gianni Infantino mengangkat topi Amerika Serikat saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian pada 19 Februari 2026 di Washington, DC.

Sesuai piagam tersebut, anggota tidak boleh menerima "dari pemerintah, organisasi, atau pihak lain, mandat atau instruksi apa pun yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memilih mereka."

"Saya rasa dari sudut pandang IOC, kami akan terus bersikap netral secara politik," tegas Coventry.

"Itulah satu-satunya cara bagi kami sebagai organisasi untuk memastikan adanya keadilan di lapangan permainan. Itulah yang akan terus kami lakukan di masa mendatang."

Janji Pembangunan Sepak Bola di Tengah Kehancuran

Di acara dewan perdamaian tersebut, janji badan sepak bola dunia terbilang sangat mencolok.

Mereka merencanakan pembangunan stadion berkapasitas 20.000 penonton, akademi mutakhir, hingga puluhan lapangan mini.

"Kita tidak hanya harus membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, atau jalan," ujar Infantino dalam pidatonya.

Baca juga: Gianni Infantino Dilaporkan ke Komite Etik FIFA, Disebut Langgar Netralitas Politik

"Kita juga harus membangun kembali dan mengembangkan orang, emosi, harapan, dan kepercayaan. Dan inilah inti dari sepak bola, olahraga saya."

"Sepak bola, atau soccer seperti yang disebut di sini, adalah bahasa universal dunia," lanjutnya.

"Ini tentang harapan. Ini tentang kegembiraan. Ini tentang kebahagiaan. Ini tentang kebersamaan. Ini tentang mempersatukan dunia."

Sebuah tayangan video juga diputar yang narasinya menyebutkan komitmen mereka untuk membangun kembali sepak bola di sana.

"Sebuah bola sederhana. Lapangan yang sama. Alasan untuk percaya lagi,"

Kedekatan Trump dan Bos FIFA

Hubungan erat antara pemimpin AS dan ketua sepak bola global itu semakin kentara menjelang Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Utara.

Baca juga: Apa Itu FIFA Peace Prize? Penghargaan Perdamaian Dunia dari Gianni Infantino

Trump bahkan memuji kehadirannya di depan para perwakilan negara yang hadir.

"Hampir semua orang adalah kepala negara, kepala sepak bola, jadi itu tidak terlalu buruk," kata Trump.

"Saya paling menyukai pekerjaan Anda," tegas Presiden Amerika Serikat itu.

Tag:  #presiden #kirsty #coventry #investigasi #gianni #infantino #usai #hadiri #acara #donald #trump

KOMENTAR