Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman, Imbau Tetap Tenang dan Waspada
Kebakaran di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, terlihat dari kejauhan, Sabtu (3/1/2026).(AFP/GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
08:06
5 Januari 2026

Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman, Imbau Tetap Tenang dan Waspada

- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela tetap tenang dan waspada.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangkaian serangan ke Ibu Kota Caracas, Venezuela.

"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas,” kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Mulachela saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/1/2026).

Berdasarkan laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBR) Caracas, WNI yang berada di Venezuela dalam keadaan aman.

Pemerintah lewat KBRI Caracas juga akan terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di negara tersebut pasca penyerangan dari AS.

"Pemerintah lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di negara tersebut pasca penyerangan dari AS," ujar Vahd.

Venezuela Tetapkan Status Darurat Nasional

Ketegangan AS-Venezuela mencapai puncaknya pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat, ketika serangkaian ledakan mengguncang Ibu Kota Caracas dan sejumlah wilayah lain.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bahkan ditangkap dan dibawa ke luar negeri bersama istrinya, Cilia Flores.

Serangan ini disebut sebagai operasi besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump, menjadi eskalasi drastis setelah berbulan-bulan tekanan militer serta ekonomi terhadap pemerintahan Maduro.

Presiden Donald Trump mengumumkan lewat unggahan di Truth Social bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap.

"Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Ia menyebut operasi ini kolaborasi antara militer dan penegak hukum AS, dan menjanjikan rincian lebih lanjut akan disampaikan.

Pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat nasional sebagai respons atas serangan tersebut.

"Keadaan darurat diberlakukan untuk melindungi hak-hak penduduk, menjamin fungsi lembaga-lembaga republik, dan memulai transisi menuju perjuangan bersenjata," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Mereka menuduh Amerika berusaha merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, serta berupaya menghancurkan kemerdekaan politik negara tersebut.

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer Amerika,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah juga memperingatkan bahwa tindakan AS mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia serta membahayakan nyawa jutaan orang.

Tag:  #kemlu #pastikan #venezuela #aman #imbau #tetap #tenang #waspada

KOMENTAR