Kemendagri Mulai Berangkatkan 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberangkatkan 1.138 siswa atau praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang untuk mempercepat proses pemulihan pemerintah daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Para praja ini diberangkatkan dalam tiga kloter. Dalam pemberangkatan pertama hari ini, ada sebanyak 413 siswa yang berangkat.
“Pada pagi hari ini, kita memberangkatkan sebanyak 413, kloter pertama IPDN dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kemendagri ke Aceh melalui Medan. Setelah itu mereka nanti akan jalan darat ke Aceh Tamiang,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).
Sementara, sisanya akan berangkat pada besok, Minggu pagi.
Tito mengatakan, seluruh murid yang ditugaskan akan lengkap berada di Aceh Tamiang pada Senin (5/1/2026).
“Jadi, totalnya 1.138. Yang tanggal 5 nanti, Insyaallah nanti sudah lengkap ada di sana,” kata Tito.
Berdasarkan laporan dari Rektor IPDN Halilul Khairi, ada enam orang murid yang tidak jadi diberangkatkan karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan.
Beberapa dari mereka menunjukkan gejala penyakit demam berdarah.
Tito menjelaskan, 1.132 praja IPDN ini akan difokuskan untuk membantu proses pemulihan pemerintah daerah di Aceh Tamiang.
Apa yang akan mereka kerjakan di Tamiang?
Para praja dibekali dengan beberapa peralatan, termasuk sekop dan cangkul, untuk membantu membersihkan lumpur yang masih merendam kantor kabupaten dan pemerintahan lainnya.
“Satu adalah membangkitkan pemerintahan terutama kabupaten dulu. Bersih-bersih di sana. Maka mereka membawa alat, senjata mereka alat pembersih: sekop ya, kemudian cangkul,” kata Tito.
Selain membantu membersihkan kantor kabupaten, praja IPDN ini juga ditugaskan untuk membantu aparatur setempat untuk memulihkan pelayanan publik di desa-desa.
“Lebih dari 200 di sana yang belum beroperasional. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus bisa dihidupkan,” lanjut Tito.
Penugasan ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Jika dibutuhkan, penugasan yang dianggap sebagai kuliah kerja nyata (KKN) ini bisa diperpanjang periodenya.
Tito mengatakan, penugasan praja ini dimasukkan dalam kurikulum IPDN.
“Kita anggap ini adalah sebagai bagian kerja nyata, kuliah kerja nyata. Kuliah yang betul-betul nyata. Kenapa? Karena mereka akan berhadapan langsung dengan masalah. Dan kemudian, ini bukan masalah kecil, masalah yang menjadi atensi nasional dan internasional,” imbuhnya.
Jika pelayanan publik di Aceh Tamiang sudah pulih, para praja IPDN ini kemungkinan akan ditugaskan ke kabupaten tetangga yang masih membutuhkan tambahan personel.
Tag: #kemendagri #mulai #berangkatkan #1138 #praja #ipdn #aceh #tamiang