''Big Engineering Operation'' Prabowo di Aceh: Sungai Dikeruk, Lumpur Dijual
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung selesainya pemasangan Jembatan Bailey Sungai Garoga di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). J(Dok. Kementerian PU)
07:10
2 Januari 2026

''Big Engineering Operation'' Prabowo di Aceh: Sungai Dikeruk, Lumpur Dijual

- Aceh masih bertungkus lumus menghadapi dampak air bah yang menerjang lebih dari sebulan lalu. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan big engineering operation memulihkan keadaan.

Presiden Prabowo Subianto menyerukan operasi besar untuk mempercepat pemulihan wilayah di Aceh usai dihantam banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Perintah ini disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah Kementerian/Lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Bukan hanya operasi besar, dalam ratas ini Prabowo menyebut ada pihak swasta berminat membeli lumpur yang mengendap di wilayah terdampak.

Operasi besar pulihkan sungai

Prabowo menyetujui rencana normalisasi sungai-sungai di Aceh pascabencana melalui jalur laut dan meminta agar program tersebut menjadi operasi berskala besar.

Prabowo menanggapi usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait penanganan pendangkalan sungai akibat bencana.

“Baik, saya kira ini ya sudahlah, kita bikin operasi besar saja, ya kan? This is a big, big engineering operation. Tapi intinya saya sangat setuju ya,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, normalisasi sungai yang dimulai dari muara atau kuala adalah pekerjaan teknis berskala besar yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan keahlian khusus.

Dia pun meminta Kementerian Pertahanan dan TNI untuk berkoordinasi dengan para kepala daerah, serta melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang teknik sipil.

“Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering ya, dari mungkin dari BUMN karya, dari PU dan juga dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work,” kata Prabowo.

Prabowo pun mengingatkan agar operasi juga melibatkan pihak-pihak yang biasa melakukan kegiatan pengerukan atau dredging.

“Ini kan engineering work skala besar ya, jadi dredging (pengerukan). Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini, dredging untuk pelabuhan dan sebagainya,” pungkasnya.

Lumpur diminati swasta

Di sisi lain, Prabowo mengatakan bahwa material lumpur pascabencana di Sumatera, khususnya Aceh, diminati oleh pihak swasta.

Hal itu diketahui Prabowo berdasarkan laporan dari kepala daerah soal adanya ketertarikan pihak swasta terhadap lumpur hasil pembersihan di permukiman maupun dari pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.

Prabowo pun mempersilakan jika material itu hendak dijual pemerintah daerah.

“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa manfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan, ya,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai, pemanfaatan lumpur tersebut tidak hanya mendukung percepatan normalisasi sungai, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi pemerintah daerah.

“Nanti juga bermanfaat itu kalau bisa lumpurnya kalau ada swasta mau beli, ya monggo silakan, langsung dinikmati oleh daerah-daerah, ya kan? Benar, enggak? Gubernur, Bupati ada semangat sedikit, ya, kalau tahu begitu,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika menyetujui usulan normalisasi sungai pascabencana yang dilakukan mulai dari muara melalui jalur laut.

Dia bahkan meminta seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengerahkan seluruh kemampuan dalam penanganan dampak bencana dan normalisasi sungai.

“Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita, ya, jadi jangan salah,” jelas Prabowo.

Tag:  #engineering #operation #prabowo #aceh #sungai #dikeruk #lumpur #dijual

KOMENTAR