Usman Hamid Heran Ada Teror ke Influencer: Mereka Tidak Menggerakkan Demo, Hanya Berpendapat
Direktur Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid saat memberikan keterangan di Kantor LBH Jakarta, Selasa (4/11/2025).(Kompas.com/Dian Erika)
20:32
1 Januari 2026

Usman Hamid Heran Ada Teror ke Influencer: Mereka Tidak Menggerakkan Demo, Hanya Berpendapat

Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid, kembali menyinggung peristiwa teror yang dialami para aktivis dan influencer belakangan ini.

Mereka yang menerima teror adalah aktivis lingkungan Iqbal Damanik, dan tiga pegiat media sosial, DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virgiawan Aurelio.

Usman Hamid mengaku heran mereka mendapatkan teror, padahal apa yang diucapkan para influencer tersebut hanyalah penyampaian pendapat.

"Mereka tidak sedang menggerakkan demonstrasi, bahkan. Mereka hanya melakukan semacam penyampaian pendapat, penyampaian pikiran, baik secara lisan, secara tulisan, baik itu melalui medium media maupun medium komunikasi internet," kata Usman dalam konferensi pers secara daring, Kamis (1/1/2026).

Usman mengatakan, atas peristiwa tersebut, kondisi ruang publik saat ini semakin sempit untuk menyalurkan kritik.

Karena ketika kritik disampaikan, Usman menyebut akan ada teror yang dialami seperti yang terjadi oleh DJ Donny dkk.

"Kita berada di tengah situasi di mana telah bertambah banyak warga masyarakat yang bersuara kritis mengalami teror dan ancaman keselamatan jiwa," ucapnya.

Belum lagi, kata Usman, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 1 Tahun 2023 akan berlaku pada 2 Januari 2026.

Ada pasal yang secara eksplisit akan memidanakan orang-orang yang bersuara kritis kepada kepala negara.

Pasal penghinaan presiden, kata dia, mungkin akan menjadi alasan yang melegalkan penangkapan orang-orang yang bersuara kritis.

"Ancaman dan teror kepada mereka berjalan senapas dengan kembalinya larangan kepada warga negara untuk bersuara kritis kepada negara, kepada Presiden, kepada pejabat negara, dengan alasan-alasan yang berbau kolonial seperti penghinaan Presiden, penghinaan pejabat negara, atau penghinaan instansi negara," imbuhnya.

Sebagai informasi, seorang influencer yang aktif menyuarakan kritik terhadap pemerintah, DJ Donny, menerima dua kali teror ke rumahnya dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Pertama, ia dikirimi bangkai ayam pada Senin (29/12/2025). Dan teror kedua, rumahnya dilempari bom molotov.

Upaya hukum yang telah ditempuh Donny saat ini adalah melapor peristiwa itu ke Mapolda Metro Jaya dengan registrasi perkara nomor STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Tag:  #usman #hamid #heran #teror #influencer #mereka #tidak #menggerakkan #demo #hanya #berpendapat

KOMENTAR