Redam Potensi Teror Selama Nataru, Densus 88 Ringkus 7 Terduga Teroris Terafiliasi NII dan AD
Ilustrasi Densus 88 Antiteror. (JawaPos.com).
11:16
1 Januari 2026

Redam Potensi Teror Selama Nataru, Densus 88 Ringkus 7 Terduga Teroris Terafiliasi NII dan AD

- Kerja-kerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri selama 2025 bukan hanya mampu mempertahankan capaian zero terrorist attack.

selama Natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026, sebanyak 7 teroris berhasil ditangkap. Polri mendeteksi para teroris itu terafiliasi Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharut Daulah (AD).

Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.

Dia mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh instansinya merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan tidak terjadi aksi teror di pengujung tahun 2025 dan awal 2026.

”Ada 2 tersangka dilakukan penegakkan hukum terkait perannya dalam struktur organisasi NII. Keduanya diamankan di Sumatera Utara,” ungkap Mayndra.

Di luar 2 teroris itu, Mayndra menyampaikan, pihaknya menangkap 5 orang teroris yang terafiliasi AD sebagai organisasi pendukung ISIS.

Para teroris itu ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Papua.

”(Peran mereka) aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror,” lanjut dia.

Mayndra memastikan bahwa 7 teroris itu merupakan bagian dari 51 teroris yang ditindak oleh Densus 88 Antiteror sepanjang 2025.

Informasi itu sudah disampaikan secara terperinci oleh Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono dalam Rilis Akhir Tahun Polri pada Selasa (30/12).

Syahardiantono menegaskan bahwa zero terrorist attack merupakan komitmen Korps Bhayangkara.

Raihan itu terus terjaga sejak 2023, 2024, hingga 2025. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak lepas dari langkah penegakan hukum yang proaktif.

”Capaian itu didukung oleh penangkapan terhadap 147 tersangka pada tahun 2023, 55 tersangka pada tahun 2024, 51 tersangka di tahun 2025,” kata dia.

Menurut perwira tinggi bintang tiga Polri yang akrab dipanggil Syahar itu, kerja-kerja Densus 88 Antiteror tahun ini efektif menekan potensi ancaman serta menjaga stabilitas keamanan nasional.

Secara khusus, dia menyebutkan beberapa kasus menonjol yang ditangani oleh Densus 88 Antiteror tahun ini.

”Pengungkapan jaringan radikalisme pada anak di bawah umur dengan rekrutmen online yang melibatkan 5 tersangka teroris dengan target 110 anak di 23 provinsi,” terang dia.

Tidak hanya itu, Syahar menyebutkan bahwa ada 4 kali rencana aksi terorisme yang didalangi oleh Kelompok AD yang berhasil digagalkan oleh Polri.

Kemudian 20 rencana aksi serangan oleh anak di bawah umur yang juga sukses dipatahkan oleh Densus 88 Antiteror.

”Penangkapan 7 tersangka terorisme dalam pengamanan Nataru tahun ini. Penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrim melalui grup TCC seperti Neo-Nazi dan White Supremacy.

Di mana mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat,” terang dia.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #redam #potensi #teror #selama #nataru #densus #ringkus #terduga #teroris #terafiliasi

KOMENTAR