BGN Tepis Isu Anak Dikeluarkan dari PAUD karena Ibunya Komentari MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat memberikan keterangan kepada wartawan di RSUD Cilincing, Kamis (11/12/2025)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
15:26
30 Desember 2025

BGN Tepis Isu Anak Dikeluarkan dari PAUD karena Ibunya Komentari MBG

- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan hasil klarifikasi terkait seorang siswa yang dikeluarkan dari PAUD karena ibunya mengunggah komentar soal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau.

Dadan menegaskan bahwa hasil klarifikasi memastikan tidak ada pelanggaran terhadap hak anak dalam pelaksanaan program MBG.

"Program MBG tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan tidak ada anak yang dikeluarkan dari sekolah," ujar Dadan dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Dadan menambahkan, BGN mendorong seluruh mitra pelaksana MBG di daerah untuk mengedepankan komunikasi yang terbuka, persuasif dan humanis.

"Setiap masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari perbaikan layanan. Program ini hadir untuk melindungi anak-anak, bukan untuk membatasi ruang aspirasi orangtua," tegasnya.

Apa yang terjadi soal siswa dan ibunya di Kampar, Riau?

Kabar dugaan intimidasi dan dikeluarkannya siswa PAUD mencuat di Kabupaten Kampar, Provinisi Riau.  

Siswa dikeluarkan diduga karena ibunya mengunggah foto tiga kotak MBG dengan narasi "rapelan MBG untuk 5 hari".

Sebgaimana diberitakan oleh Kompas.com di Riau, Senin (29/12/2025), pihak sekolah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan orangtua murid, menyepakati kesimpulan bahwa persoalan itu adalah kesalahpahaman komunikasi.

Orang tua siswa yang bersangkutan mengakui adanya kekeliruan persepsi terkait menu MBG yang diterima anaknya.

Hal tersebut disampaikan Nurul saat pertemuan klarifikasi dengan pihak sekolah dan SPPG.

"Mengakui ada kesalahpahaman kedua belah pihak yang mana saya sendiri mengira snack yang diberi untuk 5 hari ternyata untuk 3 hari," ujar Nurul.

Pihak sekolah PAUD menegaskan tidak pernah mengeluarkan anak Nurul dari sekolah.


Kepala SPPG setempat juga memastikan tidak pernah ada instruksi, ancaman, maupun intimidasi terhadap orang tua murid akibat unggahan di media sosial.

Informasi yang sempat beredar di media sosial disebut berawal dari miskomunikasi internal di grup percakapan WhatsApp, tanpa adanya keputusan administratif terkait status peserta didik.

Tag:  #tepis #anak #dikeluarkan #dari #paud #karena #ibunya #komentari

KOMENTAR