Kapolri: Alhamdulillah Kita Mampu Lewati Agustus Kelabu, Tak Seperti Nepal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
12:54
30 Desember 2025

Kapolri: Alhamdulillah Kita Mampu Lewati Agustus Kelabu, Tak Seperti Nepal

- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan dirinya bersyukur karena Indonesia berhasil melewati fase kerusuhan pada akhir Agustus dan awal September 2025 lalu dengan selamat.

Menurutnya, dampak serius dari kerusuhan tersebut bisa dimitigasi oleh negara, tidak seperti di negara-negara lain.

Mulanya, Sigit menyinggung kerusuhan yang terjadi di Nepal pada September 2025.

Dia menjelaskan, akibat kerusuhan tersebut, 72 orang meninggal, dan bahkan sektor ekonomi Nepal terdampak.

"Di mana Gen Z memicu pelarangan 26 platform media sosial dan tuntutan antikorupsi yang berdampak kepada 72 orang meninggal dunia. Memunculkan dampak juga di bidang ekonomi, hampir setengah PDB (Produk Domestik Bruto) Nepal terdampak, mata uangnya melemah 0,13 persen, sektor perhotelan, sektor otomotif mengalami kerugian triliunan, dan pertumbuhan ekonomi juga merosot jauh di bawah 1 persen," ujar Sigit dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

"Dampak keamanan muncul terjadi berbagai macam peristiwa vandalisme, pembakaran, penjarahan, serta munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan media," sambungnya.

Lalu, Sigit menyinggung kerusuhan akibat meningkatnya operasi untuk merebut wilayah kelompok perlawanan di Myanmar pada 11 Desember 2025.

Dia mengatakan, ekonomi Myanmar terdampak, di mana defisit anggaran mencapai 6,9 persen dari PDB.

Selain itu, juga muncul ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dan negara, sehingga masyarakat Myanmar tidak bisa beraktivitas normal.

Selanjutnya, Sigit menyinggung kerusuhan di Brasil pada tanggal 28 Oktober 2025, di mana polisi Rio de Janeiro dan kartel narkoba terlibat baku tembak, mengakibatkan 5 petugas dan 121 warga meninggal.

"Itu juga berdampak terhadap perekonomian yang menjadi lumpuh, pusat-pusat perbelanjaan dan kawasan niaga juga terdampak, serta gangguan transportasi, pembakaran, penyerangan kantor polisi, runtuhnya kepercayaan negara, meningkatnya kekerasan, dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum," jelas Sigit.

Kapolri bersyukur Indonesia melewati fase itu

Maka dari itu, Sigit bersyukur Indonesia berhasil melewati tantangan kerusuhan ketika terjadi Agustus Kelabu dan September Gelap beberapa bulan lalu.

"Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu kita, Indonesia, juga mengalami hal yang sama, khususnya pada saat peristiwa di akhir Agustus yang biasa kita sebut dengan 'Agustus Kelabu' ataupun 'September Gelap'," katanya.

"Namun alhamdulillah kita semua, Indonesia, mampu melewati seluruh tantangan tersebut, sehingga peristiwa yang terjadi dapat segera kita atasi, dan dampak serius yang terjadi bisa kita mitigasi, sehingga tidak terjadi seperti di negara-negara lain," imbuh Sigit.

Tag:  #kapolri #alhamdulillah #kita #mampu #lewati #agustus #kelabu #seperti #nepal

KOMENTAR