Respons Peristiwa Pengibaran Bendera GAM di Tengah Penanggulangan Bencana Aceh, Panglima TNI Bakal Tindak Tegas
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (Puspen TNI)
17:16
29 Desember 2025

Respons Peristiwa Pengibaran Bendera GAM di Tengah Penanggulangan Bencana Aceh, Panglima TNI Bakal Tindak Tegas

- Upaya penanggulangan bencana alam di Sumatera masih terus bergulir. Termasuk di wilayah Aceh yang terdampak sangat parah. Di tengah upaya tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan akan mengambil langkah tegas bila ada pihak-pihak yang mengganggu kerja-kerja penanggulangan bencana tersebut.

Hal itu ditegaskan oleh Agus saat ditanya oleh awak media berkaitan dengan pengibaran bendera yang menyerupai simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Peristiwa tersebut terjadi di Aceh pada 25 Desember lalu. Tidak hanya menjadi sorotan, peristiwa tersebut juga ramai dan viral di media sosial saat prajurit TNI mengambil langkah tegas.

”TNI dan semua kementerian lembaga dan masyarakat sedang bekerja untuk membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam, saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang mengganggu proses tersebut ya. Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu,” ungkap Agus pada Senin (29/12).

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah menyayangkan munculnya konten dan video dengan narasi tidak benar pasca peristiwa tersebut. Dia menilai, narasi itu telah mendiskreditkan institusi TNI dan berpotensi menyesatkan publik. Sebab, informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta.

”TNI menyayangkan beredarnya video atau konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media.

Berdasar informasi yang diterima oleh Mabes TNI, peristiwa yang terjadi di Lhokseumawe Kamis pagi (25/12) itu berlanjut sampai Jumat (26/12) dini hari. Saat itu, kelompok massa berkumpul, berkonvoi, dan berdemo. Sebagian diantaranya mengibarkan bendera bulan bintang yang identik dengan simbol atau bendera GAM.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa pihak di antara massa yang menggelar aksi meneriakan kata-kata yang dinilai berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum. Mengingat sampai hari ini upaya pemulihan pasca bencana di Aceh masih berlangsung.

”Setelah menerima laporan, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran segera berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe dan bersama personel Korem 011/Lilawangsa serta Kodim 0103/Aceh Utara mendatangi lokasi. Aparat TNI-Polri mengutamakan langkah persuasif,” jelasnya.

Freddy menyampaikan bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh petugas adalah mengimbau agar massa menghentikan aksi dan bendera yang mereka bahwa diserahkan kepada petugas. Namun, imbauan tersebut diabaikan. Sehingga petugas mengambil langkah lanjutan dengan membubarkan massa secara terukur.

”Dalam proses tersebut terjadi adu mulut, dan saat pemeriksaan terhadap salah satu orang dalam kelompok ditemukan 1 pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta amunisi, magazen, dan senjata tajam. Yang bersangkutan kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” terang dia.

Menurut jenderal bintang dua TNI AL berlatar belakang Korps Marinir tersebut, pihaknya melarang pengibaran bendera bulan bintang yang identik dengan bendera GAM sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Mengingat simbol itu identik dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.

”Korlap aksi demo menyatakan bahwa kejadian tersebut hanya selisih paham dan sepakat berdamai dengan aparat. TNI menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” beber Freddy.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #respons #peristiwa #pengibaran #bendera #tengah #penanggulangan #bencana #aceh #panglima #bakal #tindak #tegas

KOMENTAR