PDI-P Gelar Rakernas Januari 2026, Akan Bahas Kerusakan Lingkungan
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto saat acara Konferda DPD PDIP Jawa Barat di Trans Hotel, Kota Bandung, Minggu (7/12/2025).(Kompas.com/Faqih Rohman Syafei)
11:50
29 Desember 2025

PDI-P Gelar Rakernas Januari 2026, Akan Bahas Kerusakan Lingkungan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan kembali menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk kepengurusan periode 2025-2030 pada 10-12 Januari 2026.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, salah satu isu yang bakal dibahas dalam forum tersebut adalah persoalan kerusakan ekologis karena menjadi pemicu berbagai bencana alam.

“Maka kebijakan ekologis dari hulu ke hilir itu nanti akan menjadi bagian dari pembahasan di dalam rapat kerja nasional PDI Perjuangan 10 sampai 12 Januari yang akan datang,” ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).

Hasto menuturkan, partainya banyak menerima masukan terkait pentingnya penetapan status bencana nasional atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Menurut Hasto dan PDI-P, bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu tidak bisa dilepaskan dari persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi.

“Ya kami menerima masukan-masukan tentang pentingnya status bencana nasional ini. Karena di situ juga akan menggugah kesadaran kita bahwa bencana ini diawali dari kerusakan ekologis akibat suatu kebijakan-kebijakan untuk mengkonversi hutan,” kata Hasto.

Oleh karena itu, Hasto menekankan bahwa PDI-P akan membahas isu moratorium dan perlindungan ekologi secara khusus dalam Rakernas mendatang.

PDI-P juga berencana membentuk subkomisi yang fokus pada isu lingkungan hidup.

“Ya di dalam Rakernas nanti kami membentuk subkomisi tentang ekologi, tentang lingkungan. Karena Ibu Mega juga telah diwawancarai secara luas, beliau juga bertemu dengan mantan Wakil Presiden Albert Arnold Gore Jr, Amerika Serikat tentang pentingnya menjaga kelestarian ini,” ungkap Hasto.

Hasto pun kemudian menyinggung kembali masa pemerintahan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Ketika itu, Megawati dan PDI-P sepakat mendorong penerapan moratorium izin pemanfaatan hutan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

“Maka pada masa Ibu Mega, moratorium hutan itu dilakukan dan menjaga ekosistem hutan itu bagian dari kehidupan kita. Maka kita lakukan dari hulu ke hilir,” tutur Hasto.

Terlepas dari hal itu, PDI-P saat ini telah mengerahkan berbagai program kemanusiaan untuk membantu korban bencana.

Sejak awal Desember, relawan partai telah diterjunkan ke lokasi terdampak.

“Pada tanggal 5 Desember itu dokter-dokter dari PDI Perjuangan sudah hadir ke lapangan membantu rakyat,” kata Hasto.

Bantuan tersebut tidak hanya bersifat jangka pendek karena PDI-P menyiapkan program pendampingan pemulihan korban bencana hingga satu tahun ke depan.

“Ini akan terus, dari arahan Ibu Ketua Umum, PDI Perjuangan merancang setidaknya satu tahun ya program yang digerakkan oleh partai melalui Baguna, melalui relawan kesehatan, termasuk bersama dengan dokter-dokter Diaspora untuk membantu rakyat tersebut sampai kepada pemulihannya,” ucap Hasto.

Selain bantuan medis, PDI-P juga menyiapkan dukungan kesehatan mental bagi para korban bencana.

“Nah hari ini kita juga terus, tim psikolog itu juga kami persiapkan nanti untuk dihadirkan untuk membantu rakyat. Trauma healing itu menjadi suatu hal yang penting juga untuk dilakukan,” kata Hasto.

Tag:  #gelar #rakernas #januari #2026 #akan #bahas #kerusakan #lingkungan

KOMENTAR