Cerita Petugas PPSU Kerja hingga Dini Hari, Bersihkan Sampah Sisa Misa Malam Natal
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bekerja membersihkan area Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Penginjil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan hingga dini hari, Kamis (25/12/2025)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
01:02
25 Desember 2025

Cerita Petugas PPSU Kerja hingga Dini Hari, Bersihkan Sampah Sisa Misa Malam Natal

— Waktu sudah melewati tengah malam di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Penginjil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menandakan masuknya Hari Raya Natal pada Kamis (25/12/2025).

Ribuan jemaat yang sebelumnya memadati gereja di kawasan itu untuk mengikuti Misa Malam Natal sudah kembali ke rumah masing-masing, dan suasana pun menjadi sepi, hanya menyisakan suara kendaraan yang melintas kencang di Jalan Melawai Raya.

Namun, malam belum berakhir bagi Johari (42), seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berseragam oranye yang masih sibuk menyisir jalanan di sekitar gereja.

Hingga pukul 00.30 WIB, ia mendapat tugas khusus untuk memastikan area sekitar gereja kembali bersih setelah ribuan orang berkumpul untuk beribadah.

"Giat malam dari PPSU, ya bersih-bersih biasanya. Pungutin sampah, keliling kita, monitoring. Kalau malam Natal begini khusus, kita standby di sini sampai tengah malam memang," ujar Johari saat ditemui Kompas.com, Kamis dini hari.

Johari mengaku sudah memulai tugas piket sorenya sejak pukul 15.00 WIB dan seharusnya ia selesai bertugas pada pukul 23.00 WIB.

"Ya, tapi kan kalau di gereja sini ada misa yang malam, jam 12 baru selesai, jadi ekstra lah, lembur," kata dia.

Meskipun Johari tak ikut merayakan Natal, ia merasa tak masalah harus bekerja hingga dini hari.

Bagi Johari, fokus utamanya adalah memastikan kenyamanan jemaat dan warga di sekitar gereja yang akan melaksanakan ibadah Natal.

"Enggak sih, enggak masalah. Namanya pekerjaan kan, saudara kita juga, biar ibadahnya nyaman kan, toleransi saja," jelasnya.

Sebelum misa dimulai pun, ia dan timnya sudah menyisir area agar steril dari kotoran dan sampah.

"Kalau area gereja kita sempat bersihin juga sebelum mulai. Tapi kita lebih banyak fokusnya ke area luar, sekitar, lah. Pokoknya sekitar gereja, depan, belakang, samping, sampai ke kanan kiri, biar enak kan nyaman yang mau ibadah juga," tutur pria asal Cirebon tersebut.

Euforia Natal yang membawa ribuan jemaat tentu menyisakan pekerjaan yang cukup berat bagi Johari. Ia mengakui volume sampah malam ini cukup banyak dibanding hari biasanya.

"Sampahnya sih banyak, lumayan, namanya memang daerah sini ramai kan pas Natal. Banyak sampahnya, tapi ya namanya tugas kan," kata Johari.

Tugas Johari belum selesai hanya dengan menyapu sampah, melainkan juga membereskan fasilitas penunjang misa yang terpasang di area luar gereja.

Ia harus mengembalikan kursi-kursi pinjaman, meja, serta membongkar tenda agar jalanan bisa kembali berfungsi normal pagi harinya.

"Paling yang capek lagi nanti balikin kursi dan tenda, nih, setelah beres ini. Nanti dibalikin lagi ke tempat asalnya. Kita kan pinjam juga ini dari mana-mana, RPTRA gitu-gitu," ujarnya.

Johari memperkirakan tugasnya baru akan benar-benar selesai sekitar pukul 01.30 WIB.

Meskipun harus bekerja saat orang lain beristirahat merayakan Natal, Johari tidak banyak mengeluh.

Baginya, kelancaran ibadah dan keamanan lingkungan adalah prioritas utama, meskipun kehadirannya kerap tak disadari orang lain.

"Harapannya ya, sebenarnya sama saja sih, ya, kayak yang sudah-sudah. Semoga lancar terus di Natal ini semuanya. Yang penting ya lancar-lancar sajalah. Pokoknya aman-aman saja," tutur Johari.

Tag:  #cerita #petugas #ppsu #kerja #hingga #dini #hari #bersihkan #sampah #sisa #misa #malam #natal

KOMENTAR