Hilang di Makkah, Nasib Sukardi Jamaah Haji Asal Malang Masih Menunggu Hasil DNA
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus berusaha mencari keberadaan jamaah haji yang hilang di Tanah Suci. (istimewa)
10:16
24 Desember 2025

Hilang di Makkah, Nasib Sukardi Jamaah Haji Asal Malang Masih Menunggu Hasil DNA

 

- Keberadaan seorang jamaah haji Indonesia asal Kepanjen, Malang, Sukardi, 67 tahun, hingga kini masih menjadi misteri. Ia dilaporkan hilang di Makkah pada 29 Mei 2025.

Jamaah yang tergabung dalam Kloter SUB-79 Embarkasi Surabaya itu terakhir terlihat di Hotel Tala’ea Al-Khair, Makkah, Kamar 813. Sukardi diduga terpisah dari rombongan dua hari setelah tiba di Makkah.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus berusaha mencari keberadaan jamaah haji yang hilang di Tanah Suci. Salah satunya dengan tes DNA keluarga Sukardi.

Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Muh. As’adul Anam menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel darah. Sampel itu akan dicocokkan dengan DNA jenazah di Arab Saudi.

"Jadi, Senin kemarin itu Kemenag pusat dan Mabes Polri sudah dilakukan pengambilan darah untuk pengujian DNA. Dan nanti akan dicocokkan dengan DNA jenazah yang meninggal di sana," tutur As’adul, Rabu (24/12).

Ia menyebutkan pemerintah Arab Saudi mengumpulkan jenazah yang ditemukan selama musim Haji 2025. Sampel darah keluarga Sukardi akan dicocokkan dengan DNA di rumah sakit sana.

"Nah, kalau cocok berarti keluarga yang mereka cari (Sukardi) saat ini sudah meninggal. Tetapi saya kira masih menunggu ya, menunggu pencocokan DNA yang di Arab Saudi," sambungnya.

Untuk cegah kasus jamaah hilang, Kanwil Kemenhaj Jawa Timur memperketat persyaratan calon jamaah haji 1447 H/2026. Terutama pada lansia dan jamaah dengan riwayat kesehatan tertentu.

"Calon jamaah haji yang memiliki demensia dilarang berangkat (tidak lulus Istithaah). Fungsi petugas haji akan ditingkatkan, khususnya linjam (perlindungan jemaah). Penempatan jamaah dengan sistem blok," beber As’adul.

Meski ada pengetatan persyaratan, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 tetap gunakan gelang nama. Gelang dinilai memudahkan petugas mengenali dan mendata jamaah di lapangan.

As'adul menilai gelang identitas masih sarana paling efektif untuk melacak jamaah yang terpisah rombongan. "Masih efektif jamaah yang kesasar cukup dengan gelang bisa dilacak," tukas As'adul.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #hilang #makkah #nasib #sukardi #jamaah #haji #asal #malang #masih #menunggu #hasil

KOMENTAR