Menko PMK Klaim Jumlah Kelas Menengah Turun Tidak Menambah Kemiskinan Baru
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) saat memimpin Rapat Tingkat Menteri di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (9/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
11:48
13 September 2024

Menko PMK Klaim Jumlah Kelas Menengah Turun Tidak Menambah Kemiskinan Baru

- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan, fenomena turunnya kelas menengah tidak berdampak ekstrem hingga menambah jumlah warga miskin. Menurut dia, mereka saat ini berada di inspiring middle class atau level menuju kelas menengah.

Itu terlihat dari laporan BPS yang menyatakan bahwa angka kemiskinan 2024 mengalami penurunan 0,5 persen dari 9,8 persen menjadi 9,3 persen. Begitu pula angka kemiskinan ekstrem yang melorot dari 1,12 persen menjadi 0,8 persen saat ini.

”Artinya apa? Menurunnya kelas menengah itu tidak berdampak sampai sejauh kepada kelas yang lebih bawah,” ujarnya.

Meski tidak ada penambahan jumlah warga miskin, Muhadjir tetap meminta semua pihak waspada dan bekerja lebih keras lagi. Mengingat, ada penumpukan di level inspiring middle class yang berasal dari kelas menengah yang turun dan warga miskin yang naik level. Sehingga, harus dipastikan mereka tidak merosot ke level lebih bawah.

Pemerintah sendiri, lanjut dia, telah melakukan sejumlah antisipasi. Di antaranya, menggelontorkan bantuan sosial (bansos) dan perlindungan melalui program-program BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti oleh pekerja. ’’Ini menjadi semacam bantal pengaman sehingga mereka tidak sampai terjatuh ke kelas yang lebih bawah,” jelas mantan Mendikbud tersebut.(mia/wan/c6/dio)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #menko #klaim #jumlah #kelas #menengah #turun #tidak #menambah #kemiskinan #baru

KOMENTAR