VIDEO Hasto Ungkap Alasan PDIP Pilih Pramono Anung Dibanding Anies di Pilkada Jakarta
16:51
29 Agustus 2024

VIDEO Hasto Ungkap Alasan PDIP Pilih Pramono Anung Dibanding Anies di Pilkada Jakarta

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengusung Pramono Anung dan Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2024.

Dukungan yang diberikan PDIP kepada Pramono Anung ini otomatis membuat jalan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta kandas begitu saja.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pun menyebut PDIP yang lebih memilih Pramono Anung-Rano Karno sebagai surprise atau kejutan bagi warga Jakarta.

"Ya inilah suatu elemen surprise," kata Hasto saat ditemui awak media di Kantor DPP PDIP jelang pendaftaran Pramono-Rano ke KPU Daerah Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Hasto menyatakan ini sebagai kejutan lantaran dia meyakini kalau sosok Pramono-Rano merupakan pasangan yang ideal untuk memimpin pemerintahan Jakarta.

Terlebih terhadap sosok Pramono yang menurut PDIP memiliki rekam jejak politik yang panjang.

"Bagaimana juga Mas Pramono Anung dengan pengalaman yang sangat luas."

"Sebagai seorang politisi, negarawan, dengan pengalaman yang sangat lengkap di partai, di anggota legislatif, pimpinan, di DPR RI, dan kemudian juga menteri," jelasnya.

Sementara terhadap sosok Rano Karno, Hasto menyebut kalau yang bersangkutan merupakan tokoh politik yang asli Jakarta.

Hal ini lantas menjadi sebuah penghormatan bagi PDIP bisa mengusung Rano Karno dalam Pilkada Jakarta 2024.

"Maka Mas Pram memberikan suatu solusi terbaik bersama dengan Mas Rano Karno untuk Jakarta," tandas dia.

Sebagaimana diketahui, Anies bahkan telah menyambangi Kantor DPD PDIP Jakarta pada Sabtu (24/8/2024) lalu.

Kata Pengamat

Sementara itu, keputusan PDIP mengusung Pramono sebagai calon gubernur Jakarta menuai kritik dari Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti.

Ray menilai PDIP seolah memilih mengalah dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mengusung Ridwan Kamil-Suswono.

Sebab menurut Ray, pasangan Pramono Anung-Rano Karno memiliki elektabilitas yang jauh lebih rendah ketimbang pasangan yang dijagokan KIM Plus.

Ray berpendapat, PDIP seharusnya mengusung calon yang bisa menyaingi pasangan KIM Plus.

Ia memprediksi, Pramono-Rano Karno bakal kalah telak dari Ridwan Kamil-Suswono.

Ray menyebut bahwa PDIP seolah kehabisan orang dengan mengusung Pramono Anung, mengingat ia adalah kader senior PDIP yang telah berkali-kali menjadi anggota DPR dan dua periode menjadi menteri.

Padahal, Ray menyebut, ada sosok lain seperti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Hal itulah yang membuat Ray beranggapan PDIP kali ini seolah mengalah daripada memberikan perlawanan kepada KIM Plus.

Terkait alasan PDIP mengusung Pramono Anung meski elektabilitasnya di Jakarta disebut rendah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa Sekretaris Kabinet tersebut memiliki rekam jejak yang bagus dalam karier politiknya.

Tak hanya itu, Hasto juga menilai bahwa Pramono Anung memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan warga di Jakarta.

Ia juga mengklaim, Pramono Anung mempunyai kepiawaian dalam melakukan komunikasi politik dengan banyak pihak di pemerintahan.

Point tersebutlah yang menurut Hasto, menjadi modal baik bagi Pramono Anung didorong untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

Atas hal itu, Hasto menyebut, PDIP merasa percaya diri terhadap Pramono Anung.

Sebagai informasi, pasangan Pramono Anung-Rano Karno telah mendaftarkan diri sebagai cagub-cawagub ke KPUD Jakarta, hari ini, Rabu (28/8/2024).

Sebelum mendaftar ke KPU, Pramono mengaku telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Pramono, Jokowi sempat tertawa terbahak-bahak saat diberitahu soal rencananya maju di Pilkada Jakarta.

Saat meminta restu, Pramono mengaku sempat ditantang oleh Jokowi.

Jika berhasil memenangkan Pilkada, Pramono diminta menunjukkan kemampuannya untuk bekerja di seluruh titik di Jakarta.(*)

Editor: Srihandriatmo Malau

Tag:  #video #hasto #ungkap #alasan #pdip #pilih #pramono #anung #dibanding #anies #pilkada #jakarta

KOMENTAR