8 Tanda Seseorang Memiliki Energi Berkualitas Rendah, Berdasarkan Pandangan Psikologi
Ilustrasi seseorang dengan energi berkualitas rendah.
11:00
11 Desember 2024

8 Tanda Seseorang Memiliki Energi Berkualitas Rendah, Berdasarkan Pandangan Psikologi

 

JawaPos.Com - Energi bukan hanya soal fisik; ia meresap ke dalam pikiran, emosi, dan hubungan kita. 

Ada orang yang begitu menyenangkan untuk diajak bicara, seolah-olah hanya dengan kehadiran mereka, suasana menjadi lebih cerah.    Di sisi lain, ada juga yang membuat suasana terasa berat bahkan tanpa sepatah kata pun.    Menurut psikologi, energi yang kita pancarkan memengaruhi cara kita berinteraksi dengan dunia, termasuk bagaimana dunia merespons kita.    Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa mereka membawa energi berkualitas rendah, yang sering kali terwujud dalam perilaku dan sikap tertentu.    Dilansir dari Geediting.com, inilah delapan tanda halus seseorang memiliki energi berkualitas rendah dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kehidupan mereka serta orang-orang di sekitarnya.  

1. Mereka Selalu Bersikap Negatif

Orang dengan energi rendah sering kali melihat dunia melalui lensa pesimisme yang tebal. 

Mereka cenderung fokus pada sisi buruk dari setiap situasi, bahkan dalam keadaan yang sebenarnya memiliki sisi positif. 

Misalnya, ketika hujan turun, mereka tidak akan memikirkan manfaat hujan bagi tanaman atau kesejukan udara yang dibawa oleh hujan. 

Sebaliknya, mereka hanya melihat basahnya jalan, kemacetan, atau rasa tidak nyaman yang mungkin terjadi. Sikap negatif ini memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia. 

Alih-alih mencari solusi atau belajar menerima hal-hal yang di luar kendali, mereka lebih memilih untuk mengeluh. 

Hal ini tidak hanya membebani diri mereka sendiri, tetapi juga menciptakan aura negatif yang dapat memengaruhi orang-orang di sekitar mereka. 

Akibatnya, hubungan sosial mereka sering kali terganggu karena orang lain merasa lelah dengan energi negatif yang mereka pancarkan.

2. Mereka Selalu Berperan Sebagai Korban

Orang dengan energi rendah sering kali memiliki pola pikir korban. Mereka merasa bahwa hidup selalu tidak adil bagi mereka dan bahwa segala sesuatu yang salah dalam hidup adalah akibat dari kesalahan orang lain, bukan tanggung jawab mereka sendiri. 

Misalnya, jika mereka mengalami kegagalan dalam pekerjaan, mereka cenderung menyalahkan atasan atau rekan kerja alih-alih mengevaluasi tindakan mereka sendiri.

Pola pikir ini menciptakan siklus ketidakberdayaan. Dengan terus-menerus merasa menjadi korban, mereka kehilangan motivasi untuk mengambil inisiatif dalam mengubah situasi mereka. 

Mereka menjadi pasif dan tidak mencoba mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. 

Psikolog mencatat bahwa pola pikir ini sering kali membuat seseorang terjebak dalam perasaan putus asa yang mendalam, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan pribadi dan emosional mereka.

3. Mereka Sering Menghakimi

Kebiasaan mengkritik dan menghakimi adalah ciri lain dari orang dengan energi rendah. 

Mereka memiliki kecenderungan untuk fokus pada kekurangan orang lain daripada menghargai kelebihan yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar mereka. 

Misalnya, mereka mungkin mengomentari pakaian seseorang, cara berbicara, atau pilihan hidup yang menurut mereka tidak sesuai dengan standar pribadi mereka.

Kritik yang terus-menerus ini bukan hanya merusak hubungan sosial mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh dengan ketegangan dan konflik. 

Orang lain mungkin merasa tidak nyaman berada di sekitar mereka karena takut dihakimi atau dikritik. 

Selain itu, kebiasaan ini mencerminkan kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri, karena sering kali kritik terhadap orang lain adalah proyeksi dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri.

4. Mereka Tampaknya Memiliki Segalanya

Menariknya, energi rendah tidak selalu berarti hidup penuh kekurangan. Ada orang-orang yang tampak memiliki segalanya. Karier yang cemerlang, hubungan yang stabil, dan kehidupan sosial yang aktif, tetapi tetap merasa kosong di dalam. 

Mereka mungkin mencapai semua tujuan eksternal mereka tetapi masih merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka.

Perasaan tidak puas yang terus-menerus ini adalah tanda bahwa energi mereka tidak selaras dengan kebahagiaan sejati. 

Meskipun mereka mungkin terlihat sukses dari luar, mereka sering kali tidak dapat menikmati hasil kerja keras mereka karena fokus mereka lebih pada pencapaian berikutnya. 

Psikolog menyarankan agar orang-orang seperti ini belajar untuk meluangkan waktu untuk bersyukur dan menikmati momen kecil dalam hidup, yang sering kali menjadi sumber kebahagiaan sejati.

5. Mereka Jarang Mengungkapkan Rasa Terima Kasih

Rasa syukur adalah salah satu fondasi kebahagiaan, tetapi orang dengan energi rendah cenderung mengabaikan hal ini. 

Mereka lebih sering memusatkan perhatian pada apa yang tidak mereka miliki daripada menghargai apa yang telah mereka miliki. 

Misalnya, alih-alih merasa bersyukur atas pekerjaan yang stabil, mereka mungkin mengeluh tentang gaji yang tidak cukup besar atau tugas yang terlalu banyak.

Kurangnya rasa syukur ini menciptakan perasaan kekurangan yang mendalam, bahkan ketika mereka sebenarnya hidup cukup. 

Mereka mungkin memiliki rumah yang nyaman, keluarga yang mencintai, atau teman yang setia, tetapi tetap merasa tidak puas karena fokus mereka selalu pada apa yang "kurang." 

Psikolog menyarankan untuk melatih diri dengan menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap hari sebagai cara untuk mengubah pola pikir ini.

6. Mereka Sering Merasa Iri

Iri hati adalah salah satu emosi yang paling menguras energi, dan orang dengan energi rendah sering kali terjebak dalam perasaan ini. 

Mereka cenderung membandingkan diri mereka dengan orang lain, baik dalam hal kesuksesan, kebahagiaan, atau bahkan hal-hal kecil seperti penampilan. 

Perasaan iri ini hanya memperburuk rasa tidak puas mereka terhadap diri sendiri dan hidup mereka.

Media sosial sering kali menjadi pemicu utama, karena platform ini menampilkan versi terbaik dari kehidupan orang lain. 

Orang dengan energi rendah mungkin merasa iri melihat foto liburan mewah atau pencapaian karier orang lain, tanpa menyadari bahwa apa yang ditampilkan hanyalah sebagian kecil dari realitas. 

Untuk mengatasi perasaan ini, penting untuk fokus pada perjalanan hidup sendiri dan menghargai pencapaian pribadi, sekecil apa pun itu.

7. Mereka Menghindari Hubungan yang Tulus

Keterbukaan emosional adalah salah satu kunci untuk membangun hubungan yang bermakna, tetapi orang dengan energi rendah sering kali menghindari hal ini. 

Mereka mungkin merasa takut untuk berbagi perasaan mereka atau membuka diri kepada orang lain karena khawatir akan terluka atau ditolak. 

Akibatnya, mereka cenderung memilih hubungan yang dangkal dan tidak melibatkan kedekatan emosional.

Sayangnya, sikap ini hanya menciptakan lebih banyak isolasi dan kekosongan. 

Hubungan yang mendalam dan penuh kepercayaan adalah salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup, dan menghindarinya berarti kehilangan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan tersebut. 

Psikolog menyarankan agar orang-orang dengan kecenderungan ini mulai dengan langkah kecil, seperti berbagi perasaan mereka dengan seseorang yang mereka percayai.

8. Mereka Sering Kali Mementingkan Diri Sendiri

Orang dengan energi rendah sering kali memprioritaskan kepentingan pribadi di atas segalanya. 

Mereka mungkin tidak menyadari bahwa sikap ini membuat orang lain merasa tidak dihargai atau diabaikan. 

Misalnya, mereka mungkin lebih fokus pada kebutuhan mereka sendiri dalam suatu hubungan, tanpa memikirkan perasaan atau kebutuhan pasangan mereka.

Kebiasaan ini tidak hanya merusak hubungan sosial mereka, tetapi juga membuat mereka kehilangan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan yang datang dari memberi. 

Penelitian menunjukkan bahwa membantu orang lain dan menunjukkan empati dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang secara signifikan. 

Oleh karena itu, melatih diri untuk lebih peduli terhadap orang lain adalah langkah penting untuk meningkatkan energi positif dan kualitas hidup secara keseluruhan.

 

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #tanda #seseorang #memiliki #energi #berkualitas #rendah #berdasarkan #pandangan #psikologi

KOMENTAR