



7 Ciri-ciri Parenting yang Toxic, Salah Satunya Pernah Bentak Anak di Depan Umum, Ayah-Bunda Wajib Hindari!
Jawapos.com - Anda pernah merasa kesal dengan tingkah dan perilaku Anak hingga membentak anak Anda di depan umum?. Meskipun mungkin terdengar sepele, tindakan ini bisa berdampak besar pada perkembangan emosional anak dan hubungan Anda dengannya hingga mereka dewasa.
Membentak anak di depan umum tidak hanya melukai perasaan mereka, tetapi juga bisa merusak kepercayaan diri dan citra diri mereka. Jika Anda pernah melakukannya, penting untuk segera memperbaiki cara Anda dalam mendidik anak.
Parenting yang sehat adalah tentang memberikan dukungan, kasih sayang, dan bimbingan yang penuh pengertian, bukan tentang menunjukkan otoritas melalui kemarahan dengan membentak anak di depan umum.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh ciri-ciri parenting yang toxic yang harus dihindari untuk memastikan perkembangan anak yang sehat dan memiliki hubungan keluarga yang harmonis.
Memahami dan mengatasi perilaku-perilaku ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung bagi anak-anak Anda. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang tanda-tanda parenting toxic yang Anda perlu hindari.
Dilansir dari laman Times of India, pada Jumat (17/5), Berikut adalah 7 ciri-ciri parenting yang toxic :
- Cara Mendisiplinkan Anak Secara Berlebihan
Banyak orang tua percaya bahwa semakin sering mereka menegur anaknya, semakin disiplin dan sopan anak tersebut akan menjadi. Meskipun mendisiplinkan anak adalah aspek penting dalam mengasuh Anak, melakukannya secara berlebihan bisa malah merusak kepercayaan diri anak Anda.
- Terlalu Protektif, Melindungi Anak
Sebagai orang tua, tentu saja kita ingin anak aman dan terlindungi. Namun, penting untuk mengontrol diri untuk tahu kapan harus berhenti. Ketika Anda terlalu melindungi anak, Anda sebenarnya membuat mereka kurang siap menghadapi kegagalan di masa depan nanti. Sikap ini tidak hanya dianggap sebagai penghalang dan mengganggu, tetapi juga dapat mencegah mereka mengambil risiko dan tantangan di kemudian hari.
- Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Saat Anda mulai membandingkan anak Anda dengan saudara atau teman-temannya, Anda pada dasarnya memberitahu mereka bahwa diri mereka tidak cukup baik. Alih-alih meminta anak meniru perilaku positif orang lain, fokuslah pada mengasah keunikan dan potensi mereka.
- Membentak di Depan Umum
Tidak ada yang lebih menyakiti kepercayaan diri dan harga diri seorang anak selain dimarahi di depan umum, terutama di depan orang-orang yang mereka kenal. Ketika Anda menegur anak Anda atau menggunakan nada suara yang tajam di hadapan orang lain, anak Anda pasti akan merasa terluka dan kecewa. Mereka mungkin juga kehilangan kepercayaan dan rasa aman dengan Anda.
- Terus-menerus Mengkritik Diri Sendiri
Anda adalah guru dan teladan pertama bagi anak Anda. Jadi, ketika Anda tidak mencintai diri sendiri, ini juga berpotensi bisa berdampak negatif pada perilaku anak Anda tanpa Anda sadari. Ketika Anda terus-menerus mengkritik diri sendiri atas atribut fisik dan mental, anak-anak Anda cenderung belajar hal yang sama. Jika Anda ingin anak Anda percaya diri dengan diri mereka sendiri, mulailah menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri Anda.
- Tidak Mendengarkan Cerita Anak
Tidak jarang anak-anak juga mengeluh bahwa mereka tidak bisa sharing semua hal dengan orang tua mereka karena takut dimarahi. Meskipun kami tidak menganjurkan bahwa orang tua dan anak harus memiliki hubungan sebagaimana sahabat, sangat penting untuk berbicara DENGAN anak-anak Anda, bukan hanya berbicara KEPADA mereka. Ketika Anda tidak mendengarkan penjelasan dan permohonan anak Anda, Anda malah menjauhkan diri mereka untuk dekat dengan Anda.
- Berusaha Menjadi ‘Sahabat Terbaik’ Anak
Ingatlah bahwa mengasuh anak jauh lebih rumit daripada sekadar membawa manusia kecil ke dunia dan bertanggung jawab untuk menjaga mereka tetap hidup. Jadi, jika menjadi 'sahabat terbaik' dengan anak Anda sudah cukup untuk memastikan bahwa mereka akan menjadi manusia yang berfungsi dengan baik, hidup kita akan jauh lebih mudah.
Sayangnya, kenyataannya tidaklah seperti itu. Bagian dari peran Anda sebagai orang tua adalah membimbing, mengajar, melatih, dan kadang-kadang bahkan menegur anak-anak kita. Anda tidak bisa melakukan semua itu dengan menjadi sahabat terbaik anak Anda. Sebagai orang tua, Anda tentu bisa bersikap ramah, tetapi bukan berarti menjadi sahabat terbaik bagi anak Anda. Biarkanlah anak Anda berkembang dan bersosialisasi dengan mandiri yang sesuai dengan lingkungan sebaya mereka.
Mengasuh anak adalah tugas yang penuh tantangan dan tidak ada orang tua yang sempurna dalam menjalankannya. Namun, mengenali dan menghindari ciri-ciri parenting yang toxic adalah langkah awal yang sangat penting menuju hubungan yang lebih sehat dan harmonis dengan anak-anak kita.
Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, dan menyadari kesalahan serta berupaya memperbaikinya adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh bersama. Jangan lupa bahwa perubahan positif membutuhkan waktu dan konsistensi.
Bersikaplah sabar dengan diri sendiri dan anak Anda. Mulailah dengan langkah-langkah kecil untuk memperbaiki pola asuh yang mungkin kurang baik. Dengan demikian, Anda tidak hanya memperbaiki hubungan dengan anak, tetapi juga memberikan contoh yang baik bagi mereka tentang bagaimana menghadapi kesalahan dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Tag: #ciri #ciri #parenting #yang #toxic #salah #satunya #pernah #bentak #anak #depan #umum #ayah #bunda #wajib #hindari