Pasar HP Tumbuh pada 2025, tapi 2026 Bakal Beda Cerita
– Pasar smartphone global mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Riset pasar Omdia mencatat, jumlah pengiriman (shipment) smartphone dunia tumbuh 2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1,25 miliar unit. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2021.
Dalam laporan bertajuk “Global smartphone market grew 2% in 2025, while memory headwinds set the stage for a challenging 2026”, Omdia menyebut pertumbuhan pasar terjadi hampir di seluruh wilayah dunia.
Satu-satunya pengecualian terjadi di China, yang mencatat penurunan tipis akibat pengurangan subsidi nasional setelah sempat mendongkrak kinerja pada awal 2025.
Menurut Omdia, pertumbuhan pasar smartphone global sepanjang 2025 terutama ditopang oleh konsumen yang melakukan upgrade dan replacement, yakni pengguna yang mengganti perangkat lama dengan perangkat baru.
Baca juga: Ramalan Mark Zuckerberg, Kacamata AI Akan Jadi “Smartphone Baru”
Momentum positif tersebut juga terlihat pada kuartal terakhir 2025 (4Q25). Sepanjang periode ini, shipment smartphone global tumbuh 4 persen YoY, didorong faktor musiman serta kinerja kuat sejumlah vendor.
Dari sisi produsen, Apple kembali mencatatkan kinerja terbaik. Sepanjang 2025, pengiriman iPhone tumbuh 7 persen menjadi 240,6 juta unit, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Capaian ini mengantarkan Apple mempertahankan posisi sebagai vendor smartphone terbesar dunia selama tiga tahun berturut-turut.
Omdia mencatat, lonjakan penjualan iPhone terutama terjadi pada kuartal IV-2025, yang menjadi periode dengan volume pengiriman kuartalan tertinggi Apple.
Pada periode yang sama, Apple juga membukukan pertumbuhan sekitar 26 persen YoY di Mainland China, didorong permintaan yang lebih kuat terhadap lini iPhone 17.
Di posisi kedua, Samsung mencatat pertumbuhan shipment tahunan sebesar 7 persen menjadi 239,1 juta unit. Kinerja ini menandai pemulihan Samsung setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan penjualan.
Pada kuartal keempat 2025, volume pengiriman Samsung melonjak hingga 16 persen YoY, ditopang permintaan flagship Galaxy S dan Z, serta pemulihan di segmen entry-level dan mainstream.
Xiaomi berada di posisi ketiga meski mencatat penurunan shipment 2 persen menjadi 105,4 juta unit. Omdia menyebut pelemahan tersebut terjadi di segmen entry-level, ditambah kontraksi tajam pada kuartal terakhir 2025 di sejumlah pasar utama.
Sementara itu, Vivo mencetak sejarah dengan naik ke posisi keempat global. Untuk pertama kalinya, jumlah pengiriman Vivo tumbuh 4 persen YoY menjadi 105,3 juta unit, didorong kinerja kuat di pasar India dan performa yang stabil di pasar domestik.
Oppo berada di posisi kelima dengan shipment 100,7 juta unit, turun 3 persen secara tahunan. Namun, Omdia menilai Oppo mulai kembali ke jalur pertumbuhan pada kuartal IV-2025.
Di luar lima besar, sejumlah vendor tetap mencatat kinerja positif. Honor dan Lenovo masing-masing tumbuh 11 persen dan 6 persen.
Huawei melanjutkan tren pemulihan dan kembali menjadi vendor smartphone nomor satu di Mainland China untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Sementara itu, Nothing menjadi vendor dengan pertumbuhan tercepat, dengan shipment melonjak 86 persen YoY hingga melampaui 3 juta unit.
Baca juga: Bos Smartphone Asal China Ini Jadi Buronan Pemerintah Taiwan
Tahun 2026 bakal beda cerita
Meski 2025 menjadi tahun yang positif, Omdia mengingatkan bahwa kondisi pasar smartphone pada 2026 akan jauh lebih menantang.
Omdia memperkirakan pasar akan menghadapi "badai" akibat krisis memori, terutama kenaikan biaya komponen seperti DRAM dan NAND, serta keterbatasan pasokan semikonduktor.
"Walaupun 2025 secara keseluruhan merupakan tahun yang positif bagi sebagian besar vendor, tekanan terhadap prospek 2026 semakin menguat," ujar Senior Analyst Omdia, Runar Bjorhovde.
Ia menambahkan, tekanan tersebut berpotensi menekan margin, memaksa penyesuaian harga, dan pada akhirnya melemahkan permintaan konsumen. Vendor dengan skala kecil, hubungan pemasok yang terbatas, serta ketergantungan tinggi pada segmen low-end dinilai paling rentan.
Sejalan dengan itu, Research Manager Omdia Le Xuan Chiew menilai potensi kontraksi pasar pada 2026 sulit dihindari. Kondisi tersebut diperkirakan mendorong vendor mengubah strategi bisnis dengan lebih fokus pada profitabilitas dan sumber pendapatan alternatif.
Menurut Chiew, periode penuh disrupsi ini juga dapat menjadi peluang bagi vendor yang mampu beradaptasi dengan cepat dan memahami alasan konsumen mengganti perangkat mereka.
Tag: #pasar #tumbuh #pada #2025 #tapi #2026 #bakal #beda #cerita