PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025
Aktivitas karyawan di PT Pertamina Hulu Energi (PHE).(Dok. Pertamina)
10:08
3 Februari 2026

PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025

- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) Sebesar 1,03 juta barrel setara minyak per hari (BOEPD) di sepanjang 2025.

Produksi itu terdiri dari minyak sebesar 557.000 barrel per hari (BOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) hingga akhir Desember 2025.

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan.

"Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Pascabencana Sumatera, Bantuan PHE Tembus Rp 5,9 Miliar

Selain dari sisi produksi, aktivitas operasi PHE sepanjang 2025 juga menunjukkan kinerja yang positif. Perusahaan merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta 37.259 pekerjaan well service.

Di sektor eksplorasi, PHE melaksanakan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi. Selain itu, dilakukan pemboran eksplorasi terhadap 20 sumur sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan cadangan migas.

Dari sisi sumber daya dan cadangan, PHE mencatatkan penemuan sumber daya migas kategori 2C sebesar 1.097 juta bareel setara minyak (MMBOE).

Baca juga: PHE Jambi Merang Alihkan PI 10 persen WK Jambi Merang ke BUMD Sumsel

Pertamina Hulu energi. DOK. PHE Pertamina Hulu energi.

Kontribusi terbesar berasal dari sumur migas non-konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan. Adapun penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 MMBOE.

Sepanjang 2025, PHE juga mendorong peningkatan produksi melalui sejumlah proyek dan kegiatan strategis, antara lain program put on production and exploration (POPE) pada sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima.

Keberhasilan pemboran di struktur Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat turut mendongkrak produksi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra hingga mencapai rekor produksi 30.000 barrel minyak per hari.

Untuk menahan laju penurunan produksi di lapangan tua, PHE juga menerapkan teknologi multistage fracturing pada sumur KB525 dan KB570 di Wilayah Kerja Rokan. Penerapan teknologi tersebut menjadikan Pertamina sebagai pionir multistage fracturing di Indonesia.

Baca juga: Saat Tantangan Lapangan Tua Bertemu Teknologi Baru Pertamina Hulu

Kinerja PHE pada 2025 turut ditopang oleh sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi, di antaranya Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 oleh Pertamina Hulu Mahakam, Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan, serta proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori.

Menjelang akhir 2025, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi Jambi Merang juga berhasil on stream dengan produksi melampaui target. Hingga 26 Desember 2025, produksi sumur tersebut tercatat mencapai 451,42 BOPD, lebih tinggi dari target awal 400 BOPD.

"Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia," kata Hermansyah.

Baca juga: Menakar Peran Hulu Migas bagi Agenda Nasional hingga Kesejahteraan Masyarakat

Tag:  #catat #produksi #migas #juta #boepd #sepanjang #2025

KOMENTAR