



10 Alasan Utama Mengapa Pasangan Romantis Tetap Gagal dalam Pernikahan, Cermati sebelum Terjadi
- Sebagian besar dari orang-orang yang menjalin hubungan, pastinya ingin bertemu dan menetap dengan orang yang tepat dan bertahan lama.
Namun tentu saja, setiap pasangan itu unik. Semakin lama dua orang berbagi hidup bersama, semakin besar kemungkinan faktor kompleks yang terlibat.
Pada saat yang sama, sebagian besar hubungan romantis justru berakhir dengan perpisahan.
Hal ini dikarenakan, ada banyak faktor yang mewakili sebab paling umum di balik hancurnya hubungan.
Melansir penelitian dari gagal meskipun terlihat romantis dalam keseharian.
- Masalah Kepercayaan
Kurang atau hilangnya kepercayaan adalah salah satu penularan yang paling berbahaya bagi kesuksesan jangka panjang pasangan.
Tanpa kepercayaan, sebuah hubungan akan kehilangan dua jangkar utama untuk sebuah ikatan yang kuat, yaitu keselamatan dan keamanan.
Masalah kepercayaan dapat mencakup faktor-faktor seperti kecemburuan, sikap posesif, kekakuan yang tidak masuk akal atau perselingkuhan.
Kepercayaan juga akan pudar dengan kondisi kurangnya keandalan dan ketergantungan, kurangnya dukungan emosional, kurangnya kecocokan finansial dan kurangnya tujuan yang saling mendukung.
- Harapan yang berbeda
Mark Twain pernah berkata dalam salah satu kutipannya, jangan pernah membiarkan seseorang menjadi prioritas Anda, sementara Anda membiarkan diri Anda menjadi pilihannya.
Elemen-elemen yang sering kali menarik dua orang ke arah satu sama lain di awal hubungan adalah ketertarikan fisik, minat yang sama, hingga latar belakang sosial ekonomi.
Seiring berjalannya waktu, ekspektasi pasangan dalam hubungan dapat berubah karena ada rencana hidup masing-masing sebagai “apa yang saya inginkan”, dan bukan “apa yang kita inginkan”.
Apakah pasangan Anda melihat Anda sebagai “Tuan/Nona yang Tepat” atau “Tuan/Nona yang Tepat Saat Ini”?
Dengan kata lain, Anda harus memastikan seberapa serius pasangan Anda ingin menjalin hubungan jangka panjang.
Pasangan Anda memiliki prioritas dan ekspektasi yang berbeda mengenai hubungan. Bagi sebagian orang, hubungan dengan orang penting – misalnya keluarga – adalah utama dalam hidup.
Bagi yang lain, persetujuan pernikahan dilandasi keinginan untuk hidup berdua, bebas dari campur tangan orang lain termasuk keluarga.
- Menjalani Hidup dengan Kecepatan yang Berbeda
Ketika salah satu pasangan belajar dan berkembang dengan cepat, sementara pasangannya mengalami stagnasi, hal ini dapat menjadi sumber perbedaan relasional.
Salah satu contohnya adalah pasangan yang maju dengan cepat dalam karier dan pergaulannya, sementara pasangannya stagnan di rumah.
Lingkaran profesional dan sosial pasangan mulai berbeda, dan segera pasangan itu sendiri juga berbeda. Mereka secara fisik, intelektual, dan sosial tumbuh terpisah.
- Masalah Kompatibilitas
Kecocokan hubungan adalah topik penting dan layak untuk dipahami. Kecocokan hubungan bisa muncul dalam keintiman, kecocokan dalam tipe kepribadian, dan kecocokan dalam gaya keterikatan.
- Masalah Komunikasi
Komunikasi adalah hal yang besar. Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi kurangnya komunikasi sebagai salah satu alasan utama hancurnya pernikahan.
John Gottman dari University of Washington, meneliti bahwa sebab utama perceraian adalah ketika salah satu atau kedua pasangan menunjukkan penghinaan dalam hubungan.
Penghinaan, kebalikan dari rasa hormat, sering kali diekspresikan melalui penilaian negatif, kritik, atau sarkasme mengenai nilai seseorang.
Dalam studi komunikasi, hal ini dikenal sebagai “keras terhadap orangnya, lembut terhadap masalahnya.”
Komunikasi yang menghina bekerja seperti racun - menghancurkan kesehatan dan kesejahteraan hubungan romantis.
- Narsisme
Orang yang narsis memiliki perasaan yang berlebihan tentang pentingnya diri mereka sendiri dan kebutuhan untuk dikagumi.
Tanda-tanda narsisme dapat mencakup superioritas, selalu ingin dihormati, kesombongan, tidak bertanggung jawab, hingga penghinaan terhadap pasangan.
Secara signifikan, penelitian menunjukkan bahwa narsisme yang tinggi berkorelasi dengan kerentanan terhadap perselingkuhan.
- Penyalahgunaan Relasional
Maksud dari penyalahgunaan relasi adalah pelecehan atau penganiayaan yang dilakukan kepada pasangan sah.
Contoh pelecehan relasional termasuk pelecehan verbal, emosional, fisik, dan/atau seksual, serta kontrol dan dominasi yang berlebihan.
- Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk adalah sifat-sifat yang pada akhirnya dapat merusak hubungan. Kecanduan narkoba, kecanduan alkohol, kecanduan judi dan kecanduan seksual adalah beberapa contohnya.
- Kebosanan
Dalam relasi pernikahan, bisa muncul kebosanan pada pasangan. Hal ini bisa jadi karena kurangnya komitmen, ekspektasi yang berbeda atau proses alami trial and error dalam mencari pasangan.
Jika Anda berada dalam hubungan jangka panjang, ada kemungkinan bahwa kewajiban hidup seperti pekerjaan dan membesarkan anak menghalangi hubungan pasangan dan perkembangan bersama.
- Masalah Uang
Semakin lama pasangan telah bersama dalam sebuah hubungan yang berkomitmen, semakin besar kemungkinan terjadinya ketidakcocokan finansial.
Menurut penelitian, memiliki perbedaan mengenai uang adalah salah satu alasan utama perkawinan bubar.
Pasangan juga tidak perlu menikah untuk memiliki masalah uang. Masalah dan perselisihan uang menyentuh beberapa kebutuhan dan ketakutan psikologis kita yang paling dalam.
***
Tag: #alasan #utama #mengapa #pasangan #romantis #tetap #gagal #dalam #pernikahan #cermati #sebelum #terjadi